Jangan Asal Pasang, Wajib Pahami Spek Knalpot Racing

Pemasangan knalpot variasi harus disesuaikan dengan gaya mengemudi dan kebutuhan penggunaan. Revworksinc

Jakarta: Memberikan aksesoris tambahan dalam mobil sebagai bagian dari perawatan mobil kita. Banyaknya jenis aksesoris untuk mobil, terkadang membuat kita melupakan hal penting tentang fungsi utama dari aksesoris tersebut, seperti penggantian atau variasi knalpot mobil.  

Pabrikan sengaja membuat knalpot standar agar tidak menimbulkan suara keras serta berisik. Untuk itu tak sedikit pemilik mobil yang memodifikasi knlapot standar asli bawaan pabrik dengan knalpot variasi aftermarket. Hanya ada dua jenis knalpot, yaitu knalpot standard dan jenis racing. 
 
Wajib untuk diketahui, mengganti knalpot tidak asal ganti racing, mengingat fungsi utamanya sebagai sistem pembuangan/exhaust system dari mesin kendaraan. Agar dapat menambah tenaga, penggantian exhaust system aftermarket perlu didesain sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan.

Jangan sampai salah desain, pemasangan knalpot variasi harus disesuaikan dengan gaya mengemudi dan kebutuhan penggunaan putaran mesin atau RPM yang paling sering Anda pakai dan inginkan. Contohnya, gaya mengemudi normal sering di rpm 3.500 – 6.500 maka jangan gunakan exhaust yang memiliki spesifikasi untuk rpm 8.000.

Untuk mobil transmisi manual yang juga harus diperhatikan adalah semua bagian dari saluran gas buang, mulai dari header, downpipe atau manifold, resonator dan muffler hingga pipa pembuangannya. Knalpot variasi umumnya tersedia dengan ukuran 3 inci, 3,5 inci dan 4 inci. Pilih standard bahan yang bagus, seperti stainless steel agar lebih tahan lama dan tidak mudah berkarat.

Berbeda dengan mobil transmisi matic yang cukup dengan mengganti header-nya saja, dan disebut langsung terasa peningkatan performa mesinnya. Penggantian yang tidak tepat malah akan membuat tenaganya ngempos.

“Jika ingin knalpot variasi yang dipasang benar-benar terasa perubahnnya memberikan tambahan tenaga, header yang dipakai juga harus diperhatikan dan sebaiknya saluran gas buangnya langsung ganti full satu set saja,” terang Fahmi, owner bengkel mobil Fahmi Jaya Motor, kepada medcom.id, di Bekasi, beberapa waktu lalu.

(UDA)