Lima Penyebab Terganggunya Jam Biologis Tubuh

Jakarta: Ada banyak hal yang bisa memicu masalah tidur. Salah satunya kondisi yang disebut circadian rhythm disorder atau gangguan ritme sirkadian. 

“Circadian rhythm disorder merupakan kondisi ketika jam biologis Anda tidak sinkron dengan lingkungan Anda, seperti jet lag, tetapi Anda tidak bepergian,” ujar psikolog klinis dan dokter tidur, Dr Michael Breus seperti dilansir Bustle. 

Ada beberapa hal penyebab circadian rhythm disorder.

1. Tidur lebih awal dan terjaga pada malam hari

“Kondisi yang disebut Advanced Sleep Phase syndrome (ASP) ini membuat Anda lebih cepat mengantuk dan tertidur, tetapi juga mudah terbangun,” kata dokter tidur dan ahli syaraf Dr Nate Watson. 

Ketika Anda mengalaminya, jam tubuh Anda bergeser sehingga tidur lebih awal (sekitar jam 6 hingga 8 malam) dan bangun sangat pagi (sekitar jam 3-4 pagi).

2. Hanya bisa tertidur saat akhir pekan

Ada juga kondisi yang disebut dengan Delayed Sleep Phase syndrome (DSP), dimana Anda sulit tidur nyenyak pada hari-hari kerja, dan baru bisa merasakan tidur nyenyak pada akhir pekan. 

DSP adalah kebalikan dari ASP yang justru dapat membuat Anda tidur larut malam dan bangun terlambat. 

3. Jam tidur yang tidak menentu

“Jika Anda memiliki tidur yang tidak menentu, dimana tidur Anda tidak terpusat di malam hari melainkan menyebar sepanjang siang dan malam, Anda mungkin memiliki Irregular Sleep/Wake disorder,” ujar Dr Watson. 

“Ini biasanya terlihat pada orang dengan penyakit neurodegeneratif.” 

4. Sulit tidur ketika sedang traveling

Jet lag juga merupakan salah satu jenis circadian rhythm disorder. Semakin banyak zona waktu yang Anda lewati, semakin sulit untuk tidur, tetapi begitu Anda kembali ke rumah, jadwal Anda akan kembali normal.

5. Jam kerja yang tidak teratur

Mereka yang jam kerja yang tidak teratur dapat mengalami kesulitan tidur. 

“Jika Anda mengalami kesulitan tidur di siang hari dan kesulitan untuk tetap terjaga larut malam selama kerja, Anda mungkin memiliki gangguan tidur karena pekerjaan,” kata Dr Watson. 

Hal ini dapat menyebabkan kurang tidur secara kronis.

(DEV)