Rutin Berenang Dapat Mengurangi Gejala Kecemasan

Menurut penelitian terbaru, berenang secara teratur dapat membantu mengurangi gejala kecemasan atau depresi. (Foto: Todd Quackenbush/Unsplash.com)

Jakarta: Menurut penelitian terbaru, berenang secara teratur dapat membantu mengurangi gejala kecemasan atau depresi.

Meskipun ada berbagai metode yang dapat digunakan orang untuk mengurangi gejala kecemasan atau depresi, seperti berkonsultasi dengan profesional medis, minum obat atau mengikuti diet tertentu, berendam teratur di kolam renang juga dapat bermanfaat dalam jangka panjang.

Menurut pooling yang dilakukan oleh YouGov dari Inggris, sebanyak 1,4 juta orang dewasa di Inggris telah menemukan bahwa berenang memiliki efek positif pada kecemasan atau depresi mereka.

Pooling tersebut menemukan bahwa sekitar 3,3 juta orang Inggris berusia di atas 16 tahun yang memiliki masalah kesehatan mental berenang setidaknya sekali setiap dua sampai tiga minggu.

(Baca juga: Fakta-fakta Mengenai Kolam Renang Anak)   


(Menurut pooling yang dilakukan oleh YouGov dari Inggris, sebanyak 1,4 juta orang dewasa di Inggris telah menemukan bahwa berenang memiliki efek positif pada kecemasan atau depresi mereka. Foto: Gentrit Sylejmani/Unsplash.com)

Sebanyak 43 persen dari reponden menyatakan bahwa berenang membuat mereka merasa lebih bahagia, 26 persen mengatakan bahwa berenang membuat mereka merasa lebih termotivasi dan 15 persen mengatakan bahwa berenang membuat lebih mudah bagi mereka untuk mengatasi kehidupan sehari-hari.

Hayley Jarvis, kepala aktivitas fisik untuk sebuah organisasi bernama Mind mengatakan tentang pentingnya berolahraga untuk kesejahteraan fisik dan mental.

“Kita semua tahu bahwa melakukan aktivitas fisik seperti berenang itu baik untuk tubuh kita,” katanya.

“Tetapi kesehatan fisik dan mental saling berkaitan dan menjadi aktif secara fisik juga dapat sangat bermanfaat bagi kesehatan mental kita.

Jika Anda lebih aktif, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa dalam banyak usia, ada kecenderungan ke arah tingkat depresi yang lebih rendah.”

(TIN)