Jokowi dinilai kedepankan kekuatan moral

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo dinilai telah mampu mengedepankan kekuatan moral terhadap pentingnya tatanan dunia baru yang lebih berkeadilan melalui tawaran pentingnya kolaborasi.

Penilaian itu disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu. Menurut dia, Jokowi mendapat dua pujian dan kekaguman dari para peserta dan delegasi negara-negara yang hadir pada Pertemuan Tahunan Internasional Monetary Fund & World Bank (IMF-WB), di Nusa Dua Bali, pada 8-14 Oktober 2018.

Kemarin (12/10), Jokowi mendapat tepuk tangan sambil berdiri dari hadirin sampai dua kali. Kemudian, ditinjau dari gagasan, menurut dia, Jokowi juga mampu mengedepankan kekuatan moral terhadap pentingnya tatanan dunia baru yang lebih berkeadilan dengan tawaran pentingnya kolaborasi. 

“Dengan kolaborasi tersebut maka dunia secara bersama-sama mengatasi berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, sampah plastik, dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkeadilan. Sebaliknya, konfrontasi hanya akan menghasilkan penderitaan,” ujar dia.

Ia menegaskan, apa yang disampaikan Presiden Jokowi sangatlah tepat dan menunjukkan pentingnya moralitas dalam tata perekonomian global.

“Berbagai nilai yang diungkap oleh Presiden Jokowi berangkat dari kritik terhadap perang dagang dan pentingnya koreksi atas ketidakadilan antara negara kaya dan miskin. Apapun yang namanya perang, baik perang mata uang maupun perang dagang, hanya menghasilkan penderitaan yang mengikis kemanusiaan warga bangsa,” katanya.

Melalui pidato yang penuh pesan kenegarawanan tersebut, menurut dia, maka sejak pembukaan Asian Games 2018; pengambilan nomor urut; momentum kampanye damai; sambutan pembukaan Para Games, dan pidato Jokowi di Pertemuan Tahunan IMF-WB, menunjukkan Jokowi telah mengisi momen-momen penting sebagai pemimpin nasional yang meraih nilai plus.
 

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018