Bersosialisasi Bantu Turunkan Risiko Demensia

Jakarta: Penuaan fungsi kognitif, atau yang dikenal dengan sebutan pikun, menjadi momok yang menakutkan. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal dengan nama demensia.

Dikutip dari Huffington Post, sebanyak 50 juta orang di seluruh dunia mengalami demensia dan jumlahnya terus bertambah banyak. Tidak seorang pun tentunya ingin mengalami hal tersebut, namun ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

1. Tetap aktif secara fisik

Olahraga memberi banyak manfaat bagi otak. Mulai dari mencegah stroke, meningkatkan kesehatan jantung, dan pembuluh darah, olahraga juga dapat meningkatan regenerasi neuron dan koneksi sinapsis di otak, terutama pada hippocampus.

Hippocampus adalah area pusat otak untuk belajar dan mengingat. Ini menjadi salah satu bagian utama pada otak yang rusak ketika Anda mengalami demensia. Menurut Ronald Petersen, seorang dokter dan direktur Mayo Clinic Alzheimer’s Disease Research Center, olahraga aerobik seperti berlari dan berenang merupakan pilihan yang baik.

2. Bersosialisasi

Isolasi sosial menjadi salah satu faktor risiko penyebab demensia. Itu sebabnya, penting untuk tetap menjaga hubungan sosial Anda.

“Saya menyarankan untuk terlibat dalam kegiatan yang terkoneksi secara sosial, seperti membaca tentang hobi dan mengaplikasikannya bersama dengan komunitas,” ujar Mark Albers, asisten profesor neurologi di MassGeneral Institute for Neurodegenerative Disease.

3. Diet sehat

Asupan makanan yang baik dapat berdampak positif bagi setiap aspek kesehatan, termasuk otak. Gaya hidup yang sehat dapat mencegah atau menunda pergerakan penyakit yang berhubungan dengan otak. Demensia merupakan salah satu hal yang tidak bisa dihindari seiring dengan bertambahnya usia.

 

(DEV)