Komunitas Bela Indonesia bangun jaringan melalui Pancasila

Jakarta (ANTARA News) – Komunitas Bela Indonesia (KBI) membangun jaringan melalui pelatihan juru bicara (Jubir) Pancasila di Semarang, Jawa Tengah.

Koordinator KBI Anick HT di Jakarta, Minggu, menyebutkan kegiatan pelatihan itu didasari hilangnya kesadaran masyarakat terhadap nilai Pancasila.

“Memudarnya kesadaran masyarakat untuk meneguhkan ideologi Pancasila sebagai perekat bangsa membuat banyak pihak prihatin,” kata Anick.

Dia mengaku tingkat kesadaran masyarakat terhadap Pancasila yang menurun menimbulkan keresahan dan kekhawatiran sehingga terbentuk Komunitas Bela Indonesia.

Anick menyatakan KBI memperkenalkan pelatihan juru bicara Pancasila yang diselenggarakan pada 25 provinsi di Indonesia.

Dia mengungkapkan paham sektarianis dan politisasi agama yang menguat merupakan bukti falsafah kebangsaan mulai hilang setelah era orde baru.

Melalui pelatihan juru bicara Pancasila, Anick berharap falsafah kebangsaan Indonesia melalui Pancasila kembali kuat pada tataran masyarakat.

Anick menuturkan pelatihan juru bicara Pancasila dipersiapkan secara matang dengan membuat buku rujukan berjudul “Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia”.

Buku tersebut ditulis Denny JA bersama tim yang diharapkan menjadi panduan teoritis bagi masyarakat untuk memahami Pancasila dalam konteks kekinian yang pro terhadap hak asasi manusia dan sistem demokrasi modern.

Anick menyebutkan pelatihan juru bicara Pancasila ini juga mempertemukan kaum lintas agama dalam satu kemah bersama untuk merekatkan dan menjembatani anak muda, serta generasi milenial dengan latar belakang yang beragam untuk berinteraksi dan memperbincangkan keberagaman.

“Selain penguatan isu kebangsaan, teman-teman juga akan dilatih skill penulisan, berdebat serta manajemen media sosial. Pengelolaan media sosial menjadi poin penting dalam pelatihan ini. Kita akan sama-sama mengampanyekan Pancasila di media sosial,” ujarnya.

Anick menambahkan media sosial juga dipenuhi dengan banyaknya berita “hoaks” dan ujaran kebencian sehingga memicu konflik dan sektarianisme sehingga konten positif yang berorientasi menjaga ideologi kebangsaan perlu dikampanyekan seluas-luasnya.

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018