Penyebab Wanita Lebih Mudah Migrain Dibandingkan Pria

Jakarta: Migrain atau sakit kepala sebelah lebih rentan menyerang wanita dibandingkan pria. Menurut Migraine Research Foundation dari Amerika Serikat, di Amerika sendiri ada sebanyak 28 juta wanita yang mengalami migrain dari total keseluruhan penderita migrain di Amerika, yaitu sebanyakk 38 juta. 

Menurut yayasana tersebut juga, wanita biasanya mengalami migrain yang lebih parah dibandingkan pria yang meliputi rasa sakit yang lebih episodik serta lebih cenderung mengalam rasa sakit yang kronis daripada pria. Meskipun tidak semua migrain bersifat hormonal, namun beberapa teori menemukan bahwa estrogen adalah alasan utama mengapa wanita cenderung mengalami migrain yang lebih sering daripada pria. 

Para peneliti dari Universitas Miguel Hernández di Spanyol menerbitkan ulasan beberapa studi tentang topik ini di jurnal Frontiers in Molecular Biosciences, yang mengeksplorasi bagaimana hormon dapat menyebabkan terjadinya migrain. Testosteron atau hormon seks pria dianggap dapat mengurangi gejala migrain, sedangkan estrogen dianggap dapat memicu terjadinya migrain, terutama pada wanita yang mengalami PMS atau menstruasi dikutip dari Science Daily. 

Menurut Marcela Magda Popa, M.D., seorang dokter pengobatan internal bersertifikat dan penulis buku Keep Away from GRAS: Generally Recognized As Safe, migrain yang terjadi selama menstruasi biasanya lebih parah, intens, dan bahkan mungkin bertahan lebih lama karena adanya penurunan kadar estrogen atau yang biasa disebut estrogen withdrawal. 

Minum air putih yang cukup dan menjauhi cahaya bisa membantu meredakan migrain.

(DEV)