Kenali Gejala Kehamilan Ektopik yang Mengancam Jiwa

Jakarta: Kehamilan tidak selalu berjalan normal pada setiap wanita. Ada beberapa masalah kehamilan yang bisa saja terjadi, salah satunya adalah kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi gagal untuk ditanam di uterus. Seringkali, kehamilan terjadi tidak di dalam rahim melainkan tertanam di saluran telur atau saluran tuba. Ada pula beberapa kehamilan ektopik terjadi di serviks, ovarium atau perut. Kehamilan ektopik ini tidak layak untuk dipertahankan karena dapat mengancam jiwa. 

Gejala kehamilan ektopik mirip dengan gejala keguguran. Wanita hamil mungkin mengalami pendarahan tidak teratur dan nyeri panggul pada trimester pertama kehamilan. Seringkali, gejalanya terjadi sekitar minggu kelima atau keenam.

Selain pendarahan vagina dan sakit perut, tanda lainnya Anda mungkin mengalami rasa sakit selama berhubungan seksual atau pusing, pingsan, tanda-tanda syok atau nyeri bahu. Nyeri bahu terjadi karena perdarahan ke dalam perut di bawah diafragma.

Ada dua pilihan mengobati kehamilan ektopik. Dokter akan mengevaluasi untuk menentukan mana perawatan yang terbaik untuk Anda. Pertama adalah injeksi metotreksat. Ini adalah dosis kemoterapi yang sangat kecil dan akan mengakhiri kehamilan. Cara kedua melalui operasi yang terkadang dilakukan secara laparoskopi.

Wanita yang mengalami kehamilan ektopik dapat kembali melakukan program kehamilan dengan menunggu setidaknya tiga bulan setelah pengobatan. 

(DEV)