Kenapa Banyak Obat Flu Tidak Ampuh Lawan Virus?

Jakarta: Penyakit influenza atau flu menjadi penyakit yang sering terjadi pada pergantian musim atau musim hujan. Meski rata-rata flu tidak berbahaya, penanganan untuk penyakit ini belum maksimal. 

Ilmuwan kesehatan masyarakat dari Amerika Serikat, Dr Michael Osterholm, mengungkapkan bahwa dibandingkan masa setelah Perang Dunia I, kemajuan dalam pengobatan wabah flu baru mencapai 50 persen. 

“Setelah PD I, banyak tentara Eropa yang sekarat karena flu. Dan sekarang kita tidak lebih baik dalam persiapan dari itu,” ujarnya dalam diskusi di gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018. 

Salah satu penyebab utamanya, kata dia, beberapa jenis obat sudah tak berfungsi lagi karena mutasi mikroba. Beberapa mikroba yang telah bermutasi menjadi kebal pada obat-obatan tertentu, termasuk antibiotik. 

Oleh karena itu, penulis buku Deadliest Enemy: Our Way Against Killer Germs tersebut menyarankan agar masyarakat lebih berfokus pada tindak pencegahan. Beberapa di antaranya adalah mengetahui dan mempraktikkan gaya hidup bersih, penggunaan obat dengan tepat, juga menggunakan vaksin flu untuk meminimalisir masuknya virus tersebut. 

Selain membahas tentang flu, Dr Osterholm juga menekankan bahwa panggunaan air perlu penting dalam menjaga kesehatan masyarakat global.

“Tantangan besar saat ini adalah bagaimana menghemat air, dan mencegah genangan yang merupakan tempat berkembang biak nyamuk.”

Seperti diketahui, air yang menggenang dapat menjadi sarang nyamuk, termasuk nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit Dengue. Akibatnya, risiko munculnya penyakit pun akan makin tinggi.

Lihat video: 

(DEV)