Pemerintah, politisi Barat tanggapi hati-hati penjelasan Saudi tentang Khashoggi

Istanbul/Washington (ANTARA News) – Beberapa pemerintah dan politisi Barat memberikan tanggapan hati-hati dan skeptis atas penjelasan Arab Saudi terkait hilangnya wartawan Jamal Khashoggi, tapi para sekutu Timur Tengah menghargai penjelasan tersebut.

Arab Saudi mengatakan pada Sabtu bahwa Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam konsulatnya di Istanbul. Pernyataan itu merupakan pengakuan pertama tentang kematian wartawan tersebut setelah bantahan selama dua pekan, yang telah mengguncang hubungan Barat dengan kerajaan yang kuat itu.

Riyadh tidak memberikan keterangan pendukung bagi penjelasannya mengenai keadaan yang mengarah kepada kematian Khashoggi dan masih belum jelas apakah pemerintah negara-negara lain akan puas dengan penjelasan yang diberikan itu, demikian Reuters melaporkan.

Para pejabat Turki memperkirakan bahwa Khashoggi, pengkritik Putera Mahkota Mohammad bin Salman yang berpengaruh, disiksa dan dibunuh di dalam konsulat mata-mata Saudi. Jasadnya hingga kini belum ditemukan.

Baca juga: Arab Saudi dilaporkan mengakui Khashoggi meninggal di dalam konsulat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menjalin hubungan erat dengan pengekspor minyak terbesar di dunia itu dan membuat Pangeran Mohammad sebagai titik perhatian dari kebijakan luar negerinya, mengatakan penjelasan Saudi bisa dipercaya.

“Saya kira inilah langkah pertama yang baik, ini langkah besar,” kata Trump di Arizona. “Arab Saudi telah menjadi sekutu besar. Apa yang terjadi tak dapat diterima.”

Trump mengatakan ia akan berbicara dengan putera mahkota yang berperan sebagai pemimpin de facto kerajaan itu. Tetapi, Trump menekankan lagi peran Riyadh dalam melawan Iran sebagai saingan kawasan serta kepentingan penjualan senjata AS yang menggiurkan ke Arab Saudi bagi lapangan kerja Amerika.

Khashoggi, yang tinggal di AS dan kolumnis Washington Post, menghilang setelah masuk ke konsulat itu pada 2 Oktober untuk mengambil surat-surat bagi pernikahannnya nanti.

Beberapa hari kemudian, para pejabat Turki mengatakan mereka meyakini ia dibunuh di gedung itu dan mayatnya dipotong-potong. Tuduhan itu hingga sekarang dibantah Saudi.

Jaksa Saudi mengatakan pada Sabtu bahwa perkelahian terjadi antara Khashoggi dan orang-orang yang bertemu dengannya di konsulat itu dan mengarah pada kematiannya. Sejauh ini, 18 orang warga Saudi telah ditangkap, kata jaksa dalam pernyataan.

Media Saudi melaporkan Raja Salman telah memerintahkan pemecatan lima pejabat, termasuk Saud al-Qahtani, penasihat pengadilan kerajaan yang terlihat sebagai tangan kanan Putera Mahkota Mohammad, dan wakil ketua intelijen Ahmed Asiri.

Baca juga: Saudi ancam pembalasan atas sanksi terhadap kerajaan

Beberapa anggota parlemen AS tak terpengaruh dengan penjelasan Saudi itu.

“Saya skeptis atas narasi baru yang dibuat Saudi mengenai Khashoggi yang isinya meremehkan,” kata Senator AS Lindsey Graham dari Partai Republik.

Senator Jack Reed dari Demokrat mengatakan pihak Saudi masih belum memberikan pengakuan yang benar. “Ini tampaknya aksi yang sudah direncanakan dan disengaja disusul dengan ditutup-tutupi,” kata dia.

Editor: Tia Mutiasari

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018