3 Tips Jadi Vlogger Kreatif dari Sutradara Film Keluarga Cemara

JawaPos.com – Nama Yandy Laurens di dunia perfilman makin dikenal setelah kesuksesannya menggarap film Keluarga Cemara. Sutradara berusia muda itu juga menanggapi positif karya kreativitas para vlogger atau YouTuber yang memiliki konten kreatif serta kemampuan editing yang baik.

Menurut Yandy, untuk menjadi Vlogger atau YouTuber kreatif pasti memiliki kebebasan ekspresi yang berbeda-beda. Tentu, juga didukung dengan pengetahuan dari mulai membuat konten, cara memegang kamera, hingga teknologi kamera yang mendukung.

“Merekam itu, di saat yang sama beri kebebasan pada semua orang. Kuncinya, jika ingin berkarya itu harus terus mencoba. Berkarya kan bertumbuh. Kalau nggak dicoba, nggak akan pernah tahu. Kalau nggak tahu, nggak akan belajar jadi lebih baik,” jelas Yandy kepada JawaPos.com di sela-sela Penjualan Perdana Samsung Galaxy S10 Series: The Perfect 10, Jumat (8/3).

KELUARGA CEMARA – OFFICIAL TRAILER | 3 Januari 2019 (YouTube/Visinema Pictures)

Apalagi, lanjutnya, teknologi dan media rekam memiliki harga yang terjangkau. Di sisi lain, kemampuannya juga sudah menghasilkan kualitas video yang terbaik.

“Media rekam sekarang terjangkau nggak kayak dulu. Samsung S10 ini misalnya mendukung video menjadi lebih baik. Karena semua karya itu proses. Misalnya, orang bilang Yandy bagus bikin film Keluarga Cemara. Tapi, mungkin orang yang nonton Keluarga Cemara nggak ada yang 10 persennya lihat film pertama saya. Karena karya itu kan berkembang,” ujar Yandy.

Maka Yandy meyakini setiap orang bisa saja untuk menjadi Vlogger atau YouTuber, namun tetap harus melalui proses. Tips dari Yandy untuk menjadi Vlogger kreatif di antaranya berikut ini.

1. Karakter dan Kepribadian

Yandy percaya setiap orang yang ingin menjadi vlogger atau YouTuber memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda. Sekalipun memiliki tema dan lokasi vlog yang sama, hasilnya belum tentu sama di tangan masing-masing orang.

Keluarga Cemara di-direct orang lain dengan script yang sama pasti penekanannya jadi beda. Lalu Food Vlogger kontennya sama, lokasi sama, menu sama, pasti hasilnya beda itu karena kepribadian,” ujarnya.

2. Teknologi

Tantangan lainnya bagaimana kepribadian dan kereativitas diekspresikan lewat video yang baik. Dari mulai media atau alat rekam yang digunakan, cara memegang kamera, hingga cara mengedit.

Yandy menyarankan agar memperhatikan angle pengambilan gambar. Jika menggunakan Samsung Galaxy S10 akan memberikan pilihan sudut angle yang berbeda hingga dapat mengatur secara langsung lensa ultra wide, wide dan tele membuat pengguna lebih leluasa menentukan sudut pengambilan gambar supaya objek yang bergerak juga dapat menyampaikan cerita yang diharapkan.

“Kita cek Google 12 dasar teknik kamera pasti ke luar kok. Simple-simple. Lalu cara membuat vlog juga agar memerlukan kamera kita seperti di atas tripod. Jadi, rekam 1 shot demi 1 shot lalu pindah tempat lagi,” ujarnya.

3. Disiplin Ilmu

Yandy percaya untuk menjadi seorang sutradara atau Vlogger terbaik pasti semuanya berpatokan pada disiplin ilmu. Maka bagaimana seseorang agar bisa mengembangkan diri, adalah dengan membaca dan belajar dari pengalaman.

“Saya percaya semua pasti ada disiplin ilmunya. Kayak saya kan sekolah film. Orang tanya, kalau mau jadi sutradara harus sekolah film nggak sih? Menurut saya tergantung, mau belajar atau nggak. Sebab, anak kecil 6 tahun bisa main piano saja pasti karena belajar sekalipun dia punya bakat,” tandasnya.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Marieska Harya Virdhani