Ahmad Dhani Divonis Penjara, Konser Reuni Dewa 19 di Malaysia Batal?

JawaPos.com – Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara karena terbukti melakukan ujaran kebencian melalui cuitannya di Twitter beberapa waktu lalu. Padahal, 2 Februari mendatang, Dewa 19 Reunion akan menggelar konser di Malaysia.

Menanggapi hal tersebut, mantan rekan satu band Ahmad Dhani, Once Mekel mengaku bahwa konser akan tetap jalan meski tanpa sang pentolan band.

“Soal tanggal 2 Februari itu tetap jadi, show must go on,” ungkap Once saat dihubungi JawaPos.com, Senin (28/1).

Ahmad Dhani Divonis Penjara, Konser Reuni Dewa 19 di Malaysia Batal?Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara karena terbukti melakukan ujaran kebencian dalam sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (28/1). (Aginta Kerina/JawaPos.com)

Menurut Once, sejak pencipta lagu-lagu hits Dewa 19 itu tersandung kasus hukum, rekan-rekan di band telah bersiap akan kemungkinan terburuk. Bahkan, promotor dj Malaysia juga telah diberitahu soal hal tersebut.

“Begini, sebenarnya kan saya dan teman-teman (Dewa 19 Reunion) sudah antisipasi kemungkinan ini (Dhani ditahan) akan terjadi. Kami sudah tahu bahwa Dhani dalam statusnya sebagai tersangka kan. Jadi, ini sudah jadi satu kemungkinan yang pahitnya sudah dibayangkan oleh kami dan promotor Malaysia sebetulnya,” tandas Once.

Oleh karena itu, Once kembali menegaskan bahwa ditahannya Ahmad Dhani, tak mempengaruhi konser bertajuk Dewa 19 feat Ari Lasso & Once Mekel Reunion Live in Malaysia, pada 2 Februari mendatang.

Diketahui, Dhani didakwa melakukan ujaran kebencian melalui tiga cuitannya. Tiga ujaran tersebut, yakni 1) Yang menistakan agama si Ahok yang diadili KH Ma’ruf Amin; 2) siapa saja mendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya; 3) dan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa penista agama jadi gubenur, kalian waras.

Kemudian, dalam vonisnya, majelis hakim PN Jakarta Selatan menyatakan terdakwa Ahmad Dhani terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak, menyuruh melakukan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atas masyarakat tertentu berdasarkan unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Yuliani