Alasan GIGI Pilih Gelar Konser Tunggal di Jogjakarta

JawaPos.com – Grup musik Gigi telah melewati usia emas 25 tahun sejak 22 Maret 2019 kemarin. Untuk merayakan capaian perjalanan itu, band asal Jakarta ini akan menggelar konser tunggal di Jogjakarta pada 14 September nanti.

“Semua ada pemikiran sih, ada pandangan lain tentang kota itu. Jogja cenderung lebih santai, di sini (Jakarta) orang udah sibuk banget. Kalau di sana lebih warm buat kami,”ujar Thomas dalam jumpa pers di Kemang, Selasa, (26/3).

Konser itu nantinya akan menjadi pertunjukan musik besar pertama yang mereka adakan secara tunggal sejak sembilan tahun terakhir. Sebelumnya, Armand Maulana cs pernah mengadakan konser tunggal di Istora Senayan Jakarta pada 2011.

GIGI Band – “My Facebook” (Official Music Video) (YouTube/dhanipette)

Menurut GIGI, konsep pertunjukan belum ditentukan. Namun, dipastikan GIGI hanya akan tampil dalam formasi berempat terbaru tanpa bintang tamu ataupun grup pengiring. Formasi terkini Gigi adalah Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy.

“Mudah-mudahan ada ide brilian dari kami berempat dan orang-orang di balik panggung yang akan membaguskan pertunjukan ini,” kata Armand di lokasi sama.

“Semua (perencanaan) akan berjalan beberapa bulan ke depan. Ide dari mana-mana akan digabungkan. Mumpung masih lama, (konsep) akan dicari,” imbuh Dewa Budjana.

Rencananya, konser diadakan pada 14 September 2019 itu akan bertema outdoor. Namun, belum dipastikan jelas lokasinya. Walau, tersirat keinginan mengadakannya di Tebing Breksi.

“Jogja itu banyak banget tempat-tempat eksotis, tapi kan Budjana pernah di tebing breksi itu sambil berjalan, di mana tempatnya mudah-mudahan bisa cepet nentuin tempatnya. Kita sih pengin banget di tempat yang eksotis, bukan di tempat biasa orang bikin show,” tandas Armand.

Sementara itu, jeda waktu konser dan ulang tahun yang cukup panjang dimaksudkan untuk menghindari momentum jelang hari pemungutan suara Pemilu 2019. Mereka belajar dari pengalaman beberapa tahun lalu, ketika mengadakan pertunjukan musik dalam suasana Pemilu tetapi mendapatkan berbagai pembatasan.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Yuliani