Armand Maulana: Lebih Baik Fokus pada Penerapan UU Hak Cipta

JawaPos.com – Anggota Komisi X DPR RI sekaligus musisi Anang Hermansyah menjelaskan perihal semangat darir draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang memicu kontroversi di kalangan musisi di tanah air.

Dalam dialog yang digelar di Cilandak Townsquare, Senin (4/2), Anang mengungkapkan bahwa semangat dari disusunnya draft RUU Permusikan adalah untuk memperjuangkan hak para musisi. Sayangnya suami dari Ashanty itu tidak bisa terlalu lama menjelaskan karena harus segera ke Airport.

“Saya sejak tahun 2000, saya bikin Asiri (Asosiasi Industri Rekaman Indonesia) untuk perjuangan hal yang sama. Saat itu ada Indra Lesmana, Erwin Gutawa, Adi MS, Adi Kla Project, dan Katon Bagaskara. Saya paling muda saat itu. Karena perjuangan sudah lama, saya sampai saat ini yakin kita butuh UU untuk profesi kita ini. Saya berharap hari ini teman-teman beri masukan,” kata Anang.

Armand Maulana: Lebih Baik Fokus pada Penerapan UU Hak CiptaDialog mengenai RUU Permusikan bersama Anang Hermansyah, Senin (4/2). (Imam Husein/Jawa Pos)

Sementara itu, ditemui usai diskusi, Armand Maulana termasuk musisi yang kurang setuju dengan RUU Permusikan, buka suara. Vokalis Gigi ini mengatakan lebih baik menseriusi penerapan UU No.28 tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Sebab, lanjut Armand, persoalan musisi selama ini menyangkut hak cipta yang juga terkait dengan royalti yang harusnya diterima oleh pencipta sekaligus musisi.

“Kalau tadi ngobrol sama temen-temen di dalem, ada temen-temen yang ngerti hukum, sebetulnya kan pasal-pasal karya cipta dan lain-lain kan udah ada UUnya. Bener juga tadi Marcell ngomong, kenapa nggak itu aja yang diseriusin, karena udah jadi UU dan bagus, kuat tapi nggak berjalan. Terus, tiba-tiba mucul RUU ini (Permusikan). Kalau menurut gua bener juga ngapain ada RUU ini (permusikan) kalau semua yang tercatat di sini (UU hak cipta) dijalankan sebetulnya udah mencakup seluruhnya,” papar Armand.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Aginta Kerina Barus