Buka Dialog, Anang Hermansyah Sebut RUU Permusikan masih Butuh Masukan

JawaPos.com – Anang Hermasyah membuka diskusi terkait Rancangan Undang Undang (RUU) permusikan yang menuai kontroversi dikalangan para musisi di kawasan Cilandak Town Square pada hari ini, Senin (4/2).

Diskusi ini dipimpin oleh Glenn Fredly dan dihadiri oleh sejumlah musisi, di antaranya Chandra Darusman, perwakilan band Gigi Dewa Budjana, Marcell Siahaan, Kunto Aji, dan banyak lagi. Beberapa musisi melontarkan pertanyaan kepada Anggota Komisi X DPR RI sekaligus musisi Anang Hermansyah.

Kepada para musisi yang hadir, Anang mengungkapkan bahwa naskah akademik terkait RUU Permusikan sudah dibahas panjang lebar oleh tim.

Buka Dialog, Anang Hermansyah Sebut RUU Permusikan masih Butuh MasukanUnggahan Jerinx SID menyindir Anang Hermansyah terkait RUU Permusikan. (Instagram/jrxsid)

“Naskah akademik didesain 2017 bulan Juli, kita bersama-sama membahas. Kita punya tim bersama-sama untuk membahas. Mulai dari proses produksi kreasi, distribusi, konsumsi itu kita bahas di situ. Kita membaca, demikian panjangnya,” kata Anang.

Kemudian, Anang menegaskan bahwa RUU Permusikan masih berupa naskah atau draft yang belum rampung digodok. Oleh karena itu, butuh masukan dari para pemusik selaku pelaku dalam industri musik tanah air.

“Ini hal masih draft, yang memang butuh masukan dari kita semua, sudah mewakili apa belum. Ini makanya kuncinya, ya hari ini kita bertemu,” papar Anang.

Diketahui RUU Permusikan yang resmi masuk ke dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2015-2019, menjadi sorotan beberapa musisi. Banyak di antaranya tidak sepakat dengan RUU. Bahkan, ratusan musisi membentuk Koalisi Nasional untuk menolak RUU Permusikan. Sebab, dianggap mengandung banyak aturan yang kurang tepat. 

Beberapa di antaranya dinilai membuat kreativitas para musisi dibatasi dan mengandung pasal yang tidak masuk dalam pemikiran. Contohnya, Pasal 5 yang dinilai akan membatasi kreativitas musisi.

Sebab, dalam salah satu ayatnya melarang musisi membuat karya yang mendorong khalayak melakukan kekerasan serta melawan hukum, dilarang membuat konten pornografi, dilarang memprovokasi pertentangan antarkelompok, dilarang menodai agama, dilarang membawa pengaruh negatif budaya asing dan dilarang merendahkan harkat serta martabat manusia.

Oleh karena itu dikhawatirkan bisa dipelintir sesuai keingingan pelapor atau penegak hukum. Padahal, ada hukuman pidana bagi musisi yang melanggar aturan itu yang diatur pada Pasal 50.

Kemudian, ada Pasal 32 yang menjelaskan tentang uji kompetensi musisi. Dengan kata lain, setiap musisi yang ingin diakui oleh negara dan diakui secara hukum harus mengikuti uji kompetensi. Musisi yang tidak mengikuti uji kompetensi bisa dikatakan melanggar hukum bila RUU Permusikan disahkan.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Aginta Kerina Barus