Carissa Perusset Hadapi Banyak Tantangan di Antologi Rasa

JawaPos.com – Artis pendatang baru, Carissa Perusset terpilih memerankan karakter Keara dalam film Antalogi Rasa. Perdana bermain film, dara berusia 21 tahun itu harus menjalani tantangan baru.

“Ini job paling besar buatku karena aku belum pernah main film sebelumnya, jadi everything’s challenge,” ungkap Carissa dengan bahasa campuran saat berkunjung ke kantor Jawa Pos, Rabu (6/2).

Menurut Carissa Perusset, karakter Keara merupakan sosok yang berbeda 180 derajat dengan dirinya. Oleh karena itu, menjadi tantangan berat buatnya memerankan Keara.

Official Trailer ANTOLOGI RASA (2019) – Herjunot Ali, Carissa Perusset, Refal Hady (YouTube/Soraya Intercine Films)

“Keara itu girly banget. Aku nggak, bahkan aku nggak bisa pakai high heels. Dia tuh tingkat percaya dirinya tinggi, kalau aku agak introvert gitu,” papar Carissa.

Selain harus memerankan karakter yang bertolak belakang dengan pribadinya, Carissa pun harus memfasihkan bahasa Indonesia untuk percakapan sehari-hari. Pasalnya, selama ini dia tumbuh dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Pakai bahasa Indonesia untuk ngobrol sama setiap orang di set, bahasa Indonesiaku sekarang sudah improve banget dari 8 bulan lalu, getting better,” ungkapnya antusias.

Film Antologi Rasa menjadi film perdana Carissa Perusset. Gadis blasteran Pacitan dan Swiss tersebut memulai karirnya sebagai model video klip.

Film Antalogi Rasa mengisahkan cinta remaja bernama Keara (Carissa Peruset) yang yakin cinta sejatinya sosok Ruly (Refal Hady). Keara sudah menyukai teman sekantornya itu selama empat tahun secara diam-diam. Dia percaya, Ruly laki-laki yang bisa membawa kehidupannya lebih baik.

Namun, Ruly sudah menyukai perempuan lain yang sudah bersuami. Tokoh lainnya, Haris (Herjunot Ali), menganggap Keara cinta sejatinya. Tapi, Keara menganggap Haris hanya sebagai teman.

Rencananya, film Antologi Rasa yang diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis Ika Natassa itu akan tayang di bioskop-bioskop Tanah Air mulai 14 Februari 2019.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Yuliani