Christine Hakim: Nolak Tawaran Joko Anwar Udah Horor

JawaPos.com – Aktris senior Christine Hakim, perdana membintangi sebuah film horor karya Joko Anwar, berjudul Perempuan Tanah Jahanam. Sebelumnya, aktris kelahiran Jambi itu anti bermain film horor karena takut.

Perempuan kelahiran 62 tahun silam itu memiliki ketakutan tersendiri saat nonton film horor, maka dari itu dia tidak pernah bermain film horor. Christine Hakim juga mengungkapkan bahwa perdana nonton film horor karena dijebak oleh aktor Reza Rahadian.

“Karena ibu lihat film horor saja, kalau nggak dibohongi sama Reza Rahadian nggak nonton. Bukan karena takut tapi nggak suka dikagetin. Jadi, kalau misalnya nonton horor bukannya tutup mata tapi tutup kuping,” ucap Christine Hakim saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (25/2).

Berawal Dijebak Reza Rahadian, Christine Hakim Timbang Main Film HororPoster film Perempuan Tanah Jahanam. (Istimewa)

“Karena kan sebelumnya saya nonton Pengabdi Setan aja saya dibohongi Reza Rahardian. Itu lima belas menit awal saya cubitin dia,” sambung Christine Hakim.

Lebih lanjut, Christine mengatakan bahwa ini adalah tantangan terbaru yang harus ia lakoni. Terlebih lagi, film Perempuan Tanah Jahanam ini dinilai Christine memiliki aspek sosial dan pesan yang ingin disampaikan meski gore horor.

“Tapi kali ini, saya melihat bukan hanya hiburan, tidak hanya di film ini, tapi sejak Pengabdi Setan. Ada pesan lah yang mau disampaikan kalau kita mau nangkep. Kalau di film ini, bagaimana Joko melihat realita yang ada di Indonesia, bagaimana orang berusaha untuk mencapai sebuah tujuan dengan menghalalkan segala cara. Cuma dia menggambarkan dalam sebuah film horor yang ekstrim ini,” jelas Christine Hakim.

Apalagi, Joko Anwar adalah tipikal sutradara yang keras kepala dan tekad baja untuk mewujudkan dream cast-nya. Dia bahkan menghampiri dan membujuk Christine sejak di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) tahun lalu.

“Nolak (tawaran) Joko aja udah horor ya. Ya, tantangan lah meski lihat mock up-mock up aja udah horor,” tandas Christine berseloroh.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Yuliani