Dibully Karena Peran Harris di Antologi Rasa, Herjunot Ali Tetap Kalem

JawaPos.com – Aktor Herjunot Ali sempat dibully di media sosial. Hal itu lantaran dia mendapatkan peran sebagai Harris di film ‘Antologi Rasa’ yang diadaptasi dari novel laris karya Ika Natassa.

Junot mengaku banyak komentar negatif padanya dari warganet karena dianggap tidak cocok memerankan karakter Harris.

“Kadang suka masuk DM (direct message) atau komen orang ‘Junot aku nggak bisa bayangin jadi Harris muka dia terlalu baik, nggak cocok kurang tengil, macem-macem,”  ucap Herjunot Ali saat ditemui dalam jumpa pers film ‘Antologi Rasa’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/1).

Padahal, kekasih Tatjana Saphira itu merasa karakter Harris mirip dengan karakter aslinya. Hal itu pun dibenarkan oleh penulis novel, Ika Natassa.

“Pada saat gue selesai baca novel, gue bilang ‘ini (Harris) gue! Gue banget ini’,” sambung Junot yang dibenarkan Ika Natassa.

“Setiap karakter yang saya mainin dalam sebuah film, itu tuh pasti awalnya nggak mungkin semuanya oke. Pasti ada orang yang nggak setuju,” imbuhnya.

Herjunot pun teringat pengalaman ketika berperan dalam film ‘5 CM’ yang mampu meraih sukses. Awalnya, Herjunot dianggap tidak pantas berperan sebagai Zafran di film tersebut. Namun, akhirnya dia berhasil membuktikan kapasitasnya.

“Pertama kali saya main ‘5 CM’ orang tuh berpikir bahwa seharusnya bukan Junot yang main. Tapi setelah itu, saya main ‘Van Derwijck’, dibilang Zafran banget. Berarti sebenarnya setiap aktor saya rasa punya kesempatan untuk deliver suatu yang baik, sebelum akhirnya performance-nya cocok atau nggak cocok,” ujarnya.

Junot pun optimis perannya sebagai Harris di film ‘Antologi Rasa’ bisa diterima dengan baik oleh penikmat film dan juga penggemar novelnya. Dia bahkan ‘menantang’ warganet untuk menilai aktingnya sebagai Harris saat film ‘Antologi Rasa’ rilis Februari nanti.

“Saya nggak begitu khawatir, saat menanggapi orang-orang yang bilang nggak cocok saya jadi Harris, ya nonton aja nanti filmnya,” tukasnya.

Editor      : Nurul Adriyana Salbiah
Reporter : Yuliani