Ditemukan 19 Pasal Bermasalah dalam RUU Permusikan

JawaPos.com – Setidaknya ada 19 pasal di dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang dianggap bermasalah. Mulai ketidakjelasan redaksional atau bunyi pasal, siapa dan apa yang diatur, hingga persoalan mendasar atas jaminan berekspresi dalam bermusik.

Menurut ratusan musisi yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan, salah satu kegelisahan terbesar adalah pasal 5. “Pasal ini bisa membelenggu kebebasan musisi dalam berekspresi,” kata Rara Sekar, musisi yang juga tergabung dalam koalisi, di sela diskusi di Jakarta kemarin (4/2).

Draf RUU, lanjut mantan personel Neira itu, juga banyak memuat pasal yang tumpang tindih dengan beberapa undang-undang yang ada. Misalnya, Undang-Undang Hak Cipta, Undang-Undang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, serta Undang-Undang ITE.

Ditemukan 19 Pasal Bermasalah dalam RUU PermusikanGlenn Fredly dan Anang Hermansyah saat diskusi RUU Permusikan di Jakarta, Senin (04/2). (Imam Husein/Jawa Pos)

Total ada 262 orang yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan. Dalam diskusi yang juga dihadiri anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah dan Kepala Pusat Perancangan Undang-Undang Inosentius Samsul itu, koalisi antara lain mempertanyakan urgensi DPR RI dan pemerintah untuk membahas dan mengesahkan RUU tersebut.

Mendapat masukan dari berbagai pihak, Anang menyatakan berterima kasih dan akan mengkaji ulang RUU Permusikan. “Masukan ini berjalan terus, baik dari teman-teman di sini, di media sosial, di mana-mana,” ungkapnya.

Anang menambahkan, ini masih berupa draf rancangan. Dia berharap proses diskusi terus berjalan baik. Merespons pasal-pasal yang menjadi polemik, Pasal 5 misalnya, penyanyi dan pencipta lagu itu mengatakan dirinya juga tidak setuju dengan pasal tersebut. “Pasal 5 bisa diubah redaksionalnya atau didrop. Tapi, yang bagus-bagus lainnya jangan dibuang,” tuturnya.

Dalam kesempatan kemarin, Anang juga menegaskan bahwa benar dirinya yang mengusulkan RUU Permusikan tersebut. Tapi, bukan dia yang merumuskan. Ada tim yang merumuskan.

Sementara itu, Glenn Fredly menuturkan, lebih dari 50 tahun industri musik di Indonesia berjalan, yang terlewat adalah pengelolaan dan perlindungan. “Berangkat dari sebuah lagu. Engine-nya ada di karya,” tutur musisi yang juga inisiator KAMI Musik Indonesia tersebut. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (nor/ttg)