Do & Don’t Sebelum dan Sesudah Operasi Plastik

Jakarta: Operasi plastik sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan, baik itu sebelum dilakukan prosedur atau sesudahnya. Hal ini perlu dilakukan agar risiko buruk yang dialami pada saat pasca operasi plastik bisa seminimal mungkin dan tidak sampai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. 

Dr Irena Sakura Rini MARS SpBP, ahli bedah plastik yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika Indonesia (PERAPI) mengatakan ada hal yang harus dilakukan sebelum dan sesuah melakukan operasi plastik. 

Sebelum melakukan operasi plastik, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu kemana kita harus mendapatkan pelayanan dokter yang kompeten.

“Anda bisa membuat daftar pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada dokter sebelum melakukan operasi, atau kalau bisa membawa keluarga sehingga keputusan yang diambil mendapatkan dukungan penuh dari keluarga,” ujarnya saat diwawancarai Medcom.id, Kamis, 4 Oktober 2018.

“Sebelum operasi, sebaiknya jangan minum obat-obatan pengencer darah karena nanti darahnya akan keluar terus. Mereka yang mengalami penyakit kencing manis berat dan jantung juga sebaiknya tidak melakukan operasi plastik kecuali sudah mendapatkan izin dari dokter yang bersangkutan,” tambah dr Rini. 

Hal yang tidak boleh terlupakan lainnya adalah setelah operasi, yang mana bagian yang dioperasi tidak boleh terkena matahari dan air secara langsung. 

“Misalnya, kalau habis operasi kelopak mata sebaiknya jangan terlalu banyak baca dulu. Atau kalau habis sedot lemak sebaiknya pake korset. Yang penting adalah mengikuti nasihat dokter.”

Setelah operasi, biasanya bagian tubuh yang dioperasi akan membengkak dan itu memang merupakan hal yang normal terjadi. 

“Setelah operasi pasti bengkak, sekitar satu sampai tiga hari memang pasti bengkak karena ada sayatan. Tetapi biasanya di hari ketiga sampai ketujuh, bengkaknya sudah makin berkurang,” pungkasnya. 

Lihat video:

(DEV)