Ini Bedanya TREASURE 13 dengan Grup Lain YG Entertainment

JawaPos.com – YG Entertainment mengonfirmasi akan segera mendebutkan TREASURE 13 yang terbagi ke dalam dua grup, TREASURE dan MAGNUM. Konsep yang diusung YG Entertainment dalam mendebutkan boygrup barunya ini menjadi hal yang baru di agensi tersebut.

CEO YG Entertainment, Yang Hyun Suk pun mengungkapkan perbedaan TREASURE 13 dengan boygrup lainnya yang ada di YG Entertainment. Mulai dari Sechskies, Bigbang, Winner, hingga iKON.

“Mereka tidak akan didorong untuk berpartisipasi dalam memproduksi musik mereka sendiri untuk mengurangi jumlah waktu yang akan dirilis,” ujar Yang Hyun Suk dalam pengumuman di blognya, FROM YG, dilansir dari Soompi, Kamis (7/2).

Ini Bedanya TREASURE 13 dengan Grup Lain YG EntertainmentTREASURE 13 akan dibagi menjadi dua grup, TREASURE dan MAGNUM (YG Entertainment)

Oleh karena itu, pihaknya pun telah menyiapkan 30 orang produser dari YG Entertainment untuk memproduksi musik khusus grup jebolan program survival YG Treasure Box itu. Ke-30 produser itu antara lain The Black Label dan YGX akan bergabung untuk memproduksi musik untuk TREASURE 13.

TREASURE 13 sendiri beranggotakan 13 orang yang terbagi atas 7 member grup TREASURE dan 6 member grup MAGNUM. Mereka akan debut bersama di bawah nama TREASURE 13 dan kemudian berpromosi terpisah sebagai grup masing-masing.

Konsep ini berbeda dari yang pernah YG lakukan sebelumnya dalam mendebutkan boygrup yang berasal dari program survival yang dibuatnya sendiri.

Adapun tujuh orang trainee YG Entertainment telah terpilih sebagai pemenang YG Treasure Box dan akan debut. Mereka adalah Haruto, Bang Yedam, So Junghwan, Kim Junkyu, Park Jeongwoo, Yoon Jaehyuk, dan Choi Hyunsuk. Grup mereka sebelumnya telah diumumkan bernama TREASURE.

Kemudian keenam member grup selanjutnya yang diumumkan akan debut adalah Ha Yoonbin, Mashiho, Kim Doyoung, Yoshinori, Park Jihoon, dan Asahi. Grup mereka dinamakan MAGNUM yang mengacu pada istilah yang digunakan untuk sebotol anggur 1,5 liter.

Nama itu dipilih dengan harapan bahwa seluruh dunia akan ‘dimabukkan’ oleh musik mereka.

Editor           : Deti Mega Purnamasari