Jadi Pemeran Utama Horas Amang, Cok Simbara Fasih Berbahasa Batak

JawaPos.com – Aktor senior tanah air, Cok Simbara dan Pit Pagau beradu akting lewat film terbaru bertajuk Horas Amang. Film produksi Prama Gatra Film itu merupakan film perdana Cok Simbara menjadi tokoh Batak dan berbahasa Batak di layar lebar.

“Buat saya peran ini saya tunggu-tunggu karena judulnya Horas Amang yang berarti Amang yang ditunggu-tunggu. Meski saya asli Batak, tapi tentu tidak se-Bataknya banget, banyak dialeg batak yang smooth,” ungkap Cok Simbara saat jumpa pers film Horas Amang di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (31/1).

“Supaya kita menyampaikan bahwa film ini beragam. Dan komunitas kampung warga Toba, itu kebanyakan orang batak tapi nggak cuma Batak. Tapi film ini adalah film nusantara,” timpal Steve Wantania selaku co produser.

“Horas Amang” cast Cok Simbara (YouTube/Horas Amang)

Film yang disutradarai Irham Acho Bachtiar itu fokus pada tokoh Amang yang diperankan Cok Simbara. Berkisah tentang seorang ayah dengan 3 orang anak yang tinggal di sebuah perkampungan di tengah kota Jakarta yang dikenal dengan nama “Kampung Toba”.

Sang Amang sangat menyayangi anak-anaknya. Namun, 2 anaknya yang telah dewasa sibuk dengan pekerjaan dan karir mereka sampai tidak lagi memperdulikan sang ayah. Sementara anak bungsunya labil dan senang berjudi.

Tinggal di kota besar, 3 anak Amang tersebut hidup dalam dunia yang modern, sehingga melupakan adat istiadat Batak. Bahkan, salah satu dari anak Amang menikah tanpa adat Batak sama sekali.

Suatu saat Amang mendapat kabar dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata dia menderita kanker dan hampir tiba ajalnya. Amang pun berpikir untuk melakukan suatu tindakan agar anak-anaknya kembali untuk saling mengasihi dan menyayangi orang tuanya.

Apakah yang Amang perbuat? Dan bagaimanakah hasilnya? Apakah anak-anaknya dapat dipersatukan kembali melalui tindakan sang Amang?

Film Horas Amang ini dibintangi oleh Cok Simbara, Tanta Ginting, Jack Marpaung, Pit Pagau, Novita Dewi Marpaung dan banyak lagi. Film tersebut akan memulai syuting pada 3 Februari di Danau Toba dan Jakarta dan rencana tayang di bioskop pertengahan 2019.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Yuliani