Jawa dan Papua Mendominasi Jumlah ODHA

Data nasional tahun 2016 tentang estimasi jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menunjukkan bahwa Pulau Jawa dan Papua berada dalam warna merah. (Foto: Ilustrasi. Dok. Riccardo Mion/Unsplash.com)

Bandung: Data nasional tahun 2016 tentang estimasi jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menunjukkan bahwa Pulau Jawa dan Papua berada dalam warna merah. Artinya, jumlah ODHA di daerah tersebut berkisar 25-200 ribu orang.

Lebih spesifik, provinsi yang masuk warna merah dari Survei Terpadu Biologi dan Perilaku tahun 2016 tersebut adalah Jawa Barat (63.422 orang), Jawa Tengah (66.731 orang), Jawa Timur (64.174 orang), Bali (29.264 orang), dan Papua (52.572 orang).

Mengapa bisa demikian? Endang Budi Hastuti selaku Kasubdit HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa kedua area tersebut memiliki alasan yang berbeda.
 
(Baca juga: Jumlah Kasus HIV & AIDS di Indonesia Meningkat)

“Di Papua terjadi di populasi umum, sedangkan di luar Papua (Jawa) karena populasi kunci,” ujarnya saat ditemui di Bandung, 26 September 2018.


(Data nasional tahun 2016 tentang estimasi jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menunjukkan bahwa Pulau Jawa dan Papua berada dalam warna merah. Artinya, jumlah ODHA di daerah tersebut berkisar 25-200 ribu orang. Foto: Ilustrasi. Dok. Chau Luong/Unsplash.com)

Populasi kunci adalah populasi yang berisiko terkena HIV/AIDS seperti pekerja seks komersial, pengguna napza suntik (penasun), LSL (lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki lain), dan waria.

Sementara, tingkat infeksi HIV yang tinggi di Papua kemungkinan disebabkan oleh kehidupan seks berisiko. Selain itu, faktor informasi seputar pengetahuan penyakit tersebut juga masih minim.

“Bahkan, menurut survei, ternyata pengetahun terkait HIV/AIDS di Indonesia masih di bawah 20 persen.”

Hingga Juni 2018, diperkirakan terdapat lebih dari 600 ribu ODHA di Indonesia dengan total penderita HIV sebanyak 301.959 orang dan AIDS 108.829 orang dengan dominasi berusia dewasa produktif yaitu 25-49 tahun.

(TIN)