Jenazah Dian Pramana Poetra Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Ayahnya

JawaPos.com – Jenazah musisi Dian Pramana Poetra tiba di masjid Ibadur Rahman, Kelapa Dua, Ciracas, Jakarta Timur pukul 13.35 WIB setelah salat Jumat. Dihantarkan kerabat dan sahabat, jenazah almarhum diturunkan dari ambulans yang membawanya dari rumah duka.

Jumat siang itu, sepetak tanah wakaf di halaman masjid Ibadur Rahman telah disiapkan untuk jadi tempat peristirahatan terakhir personel dari grup 2D itu. Pada 2003 silam, tanah itu juga yang menjadi tempat ayahnya, Hadi Suwito, dimakamkan.

Selain anggota keluarga, sahabat Dian Pramana Poetra, Deddy Dhukun ikut turun ke liang lahat. Partner duetnya itu terjun langsung untuk menguburkan jenazah dan menutupinya dengan tanah.

Jenazah Dian Pramana Poetra Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan AyahnyaDian Pramana Poetra dimakamkan satu liang lahat dengan ayahnya. (Yuliani NN/JawaPos.com)

Tak lagi tampak isak tangis mengiringi kepergian almarhum seperti yang terjadi di rumah duka. Namun, suasana duka tetap terlihat dari wajah-wajah yang hadir.

Selain kerabat dan sahabat, rekan-rekan musisi tanah air juga tampak meramaikan pemakaman siang itu. Mereka turut mendoakan agar almarhum Dian Pramana Poetra mendapat tempat terbaik. Di antaranya terlihat Ariyo Wahab, Iis Sugiarto, Deddy Dhukun, dan beberapa lainnya tampak hadir berbalut pakaian hitam.

Dian Pramana Poetra meninggal pada Kamis malam (27/12). Sebelumnya, Dian tiba-tiba mengeluh badannya lemas dan sakit pada punggung serta perutnya pada Jumat (21/12). Saat itu Dian dan Deddy sedang berada di bandara bersiap berangkat ke Banyuwangi Jawa Timur, untuk tampil dalam acara ulang tahun kabupaten itu.

Setelah pulang dari Banyuwangi, keluarga membawa Dian memeriksakan diri ke rumah sakit. Hasilnya, dokter memberikan diagnosis sementara bahwa Dian mengidap leukimia atau kanker darah. Sebelum dinyatakan meninggal di rumahnya di kawqsan Tebet, Jakarta Selatan, almarhum sempat dirawat sehari di ruang ICU RS Hermina Jatinegara, Jakarta Timur, setelah sebelumnya ditangani di ruang gawat darurat.

Editor      : Novianti Setuningsih
Reporter : (ce1/yln/JPC)