Jujur, Sheryl Sheinafia Terbeban Remake Lagu Guruh Soekarno Putra

JawaPos.com – Sheryl Sheinafia kini tengah disibukkan dengan membuat video klip single terbarunya, Setia. Lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang sempat booming saat dipopulerkan penyanyi legendaris, almarhum Chrisye itu membuat Sheryl merasa sedikit terbebani.

Apalagi, Sheryl akan membawakan lagu Setia dengan aransemen baru. Oleh karenanya, dia mengaku banyak merasakan tantangan saat harus me-remake lagu Setia tersebut. Salah satunya, harus memangkas lagu.

“Aku cuma satu sih yang terus terngiang-ngiang. Waktu itu kan aku main film Galih dan Ratna sebagai Ratna. Dan sheryl bawain lagu Gita Cinta yang punyanya Guruh Soekarno Putra juga. Dan itu lagunya berdurasi 5 menit, di mana di radio zaman sekarang cuma muterin 2,5 sampai 3 menit. Akhirnya, aku sama label coba kurangin durasinya,” ujar Sheryl Sheinafia saat ditemui di Cilandak Jakarta Selatan, Jumat (15/2).

Chrisye – Setia (Official Video) (YouTube/Musica Studio’s)

Dara kelahiran Jakarta itu mengaku sempat takut saat memotong lagu aslinya. Namun, pada akhirnya dirinya pun mendapatkan persetujuan dari Guruh selaku pencipta lagu Setia.

“Cuma diajak ngobrol, bagus nak lagunya. Tapi, kenapa kamu potong. Di situ, aku jadi kayak, ‘oke sebelum aku ngegarap lagu ini harus ada restu dari mas Guruh sebelumnya’. Biar aku nggak ditanya kayak gitu lagi. Aku tahu soalnya rasanya jadi pencipta lagu tapi diotak-atik lagunya,” ujar Sheryl.

Beruntung, ungkap Sheryl, setelah diberi penjelasan Guruh Soekarno Putra tak berkeberatan lagu ciptaannya dipotong. Lantaran, dia tidak merombak total lagunya, hanya menambahkan unsur kekinian di dalamnya.

“Akhirnya setelah penjelasan aku tentang radio zaman sekarang, baru mas Guruh ngerti. Kayak ya, ‘it’s fine’. Ternyata, reasonable juga karena jadi nggak monoton. Nggak ada yang bisa gantiin juga soalnya suara om almarhum Chrisye. Jadi, Sheryl bukannya pengin menggantikan tapi hanya ingin memberi versi yang kekinian,” tandas Sheryl Sheinafia.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Yuliani