Kehangatan Konser Tanda Mata Glenn Fredly untuk Yovie Widianto

Jakarta: Konser Tanda Mata edisi ketiga dari Glenn Fredly, yang didedikasikan bagi Yovie Widianto, meninggalkan kesan manis bagi para penonton di Ciputra Artpreneur Jakarta tadi malam, Minggu, 30 September 2018. Setelah lebih dari tiga jam digeber pertunjukan musik, komedi, dan sejumlah cerita, kebanyakan penonton bahkan masih meminta encore – yang tentu saja tidak dipenuhi Glenn. 

Glenn tidak hanya tampil bersama grup The Bakuucakar. Dia membawa belasan musisi tamu untuk tampil membawakan lagu-lagu pop percintaan ciptaan Yovie sejak era 1990-an. Menurut Glenn, hampir semua musisi yang tampil tak punya relasi dekat dengan Yovie. 

“Ini bentuk kerja kolektif, kerja sama yang diwujudkan teman-teman ekosistem musik. Semua yang tampil, di luar saya, hampir tidak pernah bersinggungan dengan Yovie Widianto,” kata Glenn kepada awak media usai konser. 

Sebutlah grup rockabilly asal Bali The Hydrant, dalang remaja dan penyanyi bergaya sinden Woro Mustiko Siwi, serta penyanyi senior Grace Simon dan Harvey Malaiholo. 

“Setiap konser Tanda Mata, kami selalu menampilkan musisi yang kalau dilihat di industri, kayaknya sudah enggak tahu di mana, tetapi begitu mereka kembali, semua melihat itu dan memberikan apresiasi – membuktikan bahwa karier musik itu hidup di tengah masyarakat,” lanjut Glenn. 

Dalam konser tiga jam 15 menit itu, total 24 lagu Yovie dibawakan para penampil dengan aransemen berbeda. Glenn bersama The Bakuucakar membuka dengan lima lagu, mulai dari Cerita Cinta, Satu Mimpiku, hingga Merenda Kasih. Hal yang juga membuat suasana hangat, sejak awal Glenn sangat komunikatif dengan penonton.

“Yang single malam ini, mana suaranya?!” seru Glenn yang langsung disambut teriakan ratusan penggemar di tribun atas, sebelum dia membawakan Lebih Dekat Dengamu, Nanti

“Ini Slankers apa ya, militan banget,” ungkap Glenn ketika sambutan penonton di tribun atas terdengar sangat antusias.

Glenn, yang belakangan aktif mendorong Konferensi Musik Indonesia, menyadari betapa penting regenerasi dan bahwa talenta segar dari berbagai daerah harus mendapat lebih banyak sorotan. Untuk itu, dia membawa sejumlah musisi muda atau yang jarang tersorot publik kebanyakan. 

Ada Kak5, grup bentukan kwartet vokal D’Kaks dan pianis Figgy Papilaya asal Ambon. Kak5 membawakan tujuh lagu Yovie secara medley dalam perpaduan harmoni yang penuh tenaga. Penonton memberikan standing ovation.

Ada duet pianis-penyanyi Kafin Sulthan dan dalang-penyanyi Woro Mustiko Siwi untuk lagu Lajeungan berbahasa Madura. Menurut Yovie, lagu ini diinspirasi oleh masa kecilnya di Surabaya bersama anak-anak yang antusias melihat layang-layang diterbangkan. 

Ada The Hydrant, grup asal Bali yang disebut sebagai motor kelahiran kembali musik rockabilly Indonesia setelah Tielman Brothers. Lalu ada Eva Celia, Gerald Situmorang, Iwa K, serta penampilan komedi tunggal dari Arie Kriting. Kejutan lain adalah Gugun Blues Shelter yang tampil bersama Ello Tahitoe dan Ikang Fawzi dengan lagu Tak Setampan Romeo versi blues rock. 

Persembahan spesial, sebelum ditutup penampilan pamungkas Glenn, adalah kolaborasi penyanyi senior Harvey Malaiholo dan Grace Simon. Bersama The Soulful, Yance Manusama, Otti Jamalus, dan Rama, mereka membawakan lagu Katakan Saja dalam versi jazz bossa nova. 

“Saya enggak sangka Tante Grace Simon (datang),” kata Yovie kepada awak media usai konser. 

“Tante Grace itu kayak enggak percaya, ‘Masa iya saya diajak?’ Kami jelaskan kalau enggak ada Grace Simon, mungkin enggak ada penyanyi – enggak ada inspirasi yang datang (Grace kepada para musisi), termasuk saya,” sambung Glenn.

“Kami bilang bahwa regenerasi adalah energi. Konteks dalam Tanda Mata, (kami) memang selalu memberi apresiasi terhadap siapapun yang punya rekam jejak untuk musisi Indonesia,” imbuhnya. 

Yovie mengaku tersanjung atas keseluruhan konser Tanda Mata 2018 ini. Dia merasakan energi sepenuh hati yang disebarkan oleh para musisi yang tampil membawakan lagu-lagu ciptaannya dengan karakter dan aransemen berbeda.

“Sangat memberikan penyegaran kepada lagu tersebut. Lalu juga kelihatan, kalau orang menyanyikan dengan sepenuh hati itu, saya melihat selalu ada warna-warna indah di belakang penyanyi tersebut sehingga membawa vibrasi luar biasa. Itu terasa betul mulai dari nomor satu Glenn bawakan,” ungkap Yovie.

“Saya senang, gembira sekali, puas sekali punya sahabat seperti Glenn Fredly dan teman-teman musisi yang sangat luar biasa mendukung karya saya,” imbuh Yovie. 

Tanda Mata adalah pertunjukan musik tahunan yang digagas oleh Glenn sebagai bentuk penghormatan bagi musisi berpengaruh Indonesia. Tahun ini adalah edisi ketiga Tanda Mata, menyusul edisi 2016 bagi Ruth Sahanaya dan edisi 2017 bagi Slank. 

(DEV)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.