Komika Adjis Doaibu Kesulitan Jadi Tegas di Pohon Terkenal

JawaPos.com – Abdul Aziz Batubara atau yang akrab dipanggil Adjis Doaibu kembali bermain film. Namun, film yang di perankan kali ini bukan lah film komedi, walau ada unsur komedinya. 

Adjis harus berperan menjadi pengasuh para karantina di Akademi Kepolisian (Akpol). Selain itu, ia juga harus memerankan karakter tegas tetapi ada juga ada juga lucunya di film Pohon Terkenal.

“Gue kan kalau di sekolah itu kaya guru BP (Bimbingan Penyuluhan). Kalau sekolah normal yang guru BP. Ini kan diAakpol, namanya pengasuh. Seru sih seru,” ujar Adjis saat premiere di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/3).

Official Trailer Pohon Terkenal 21 Maret 2019 di Bioskop (YouTube/TRIBRATANews Polda Kaltim)

Sebagai komika, Adjis mengaku sempat merasa kesulitan berperan manjadi orang yang tegas. Oleh karenanya, sebelum syuting, ia dan pemain lainnya diwajibkan mengikuti karantina selama 5 hari.

“Kalau dibilang kesulitannya, biasanya lucu gitu jadi tegas. Ternyata memang begitu juga, maksudnya di Akpol tuh jauh dari anggapan orang yang selama ini yang serius yang galak dan kasar. Pas dateng ke sana ternyata aslinya nggak terlalu serem banget. Kalau tegas udah pasti ya, disiplin jelas banget,” kata Adjis.

Selama mengikuti masa karantina, Adjis cerita mendapat pengalaman lucu. Ia mendapatkan hormat dari  sekelompok taruna ketika menggunakan seragam lengkap dengan pangkatnya sebagai pengawas.

“Pas gue lagi syuting, gue lagi ganti baju dan pakai dengan semua pangkat, begitu gue keluar ruangan itu ada taruna satu rombongan gitu hormat. Terus gue nggak tahu musti bales gimana, ‘siang komandan’ gitu gitu. Terus kata pengawas yang asli, ‘udah bilang aja iya’,” papar Adjis.

Film Pohon Terkenal adalah film perdana yang diproduksi oleh divisi Humas Polri. Disutradari Monty Tiwa, film ini menceritakan tentang kehidupan remaja yang memilih mengabdi kepada bangsa dan negara dengan mengikuti pendidikan menjadi anggota kepolisian negara Republik Indonesia.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Aginta Kerina Barus