Lukisan Ratu Kidul Buat Teuku Zacky Rasakan Pengalaman Bunuh Diri

JawaPos.com – Kedua kalinya terlibat dalam film bergenre horor, Teuku Zacky merasakan lebih tertantang di Lukisan Ratu Kidul. Sebab, karakternya di sini lebih keras dibandingkan di film sebelumnya.

Berperan sebagai Dimas, Zacky dituntut melakoni adegan menantang, yakni berada dalam goa yang sempit dengan efek asap. Hanya saja, bapak dua anak ini tak menjelaskan secara rinci adegan yang dilakukannya dalam goa tersebut.

Scene terberatnya ketika di goa. Itu goa nya bener-bener sumpek yang nggak ada udara terus pake efek asap. Terus, adegannya cukup berat, banyak libatkan poperti dan efek-efek darah dan lain-lain,” Kata Zacky saat bercerita pada JawaPos.com, Selasa (26/3).

Lukisan Ratu Kidul – Official Trailer (YouTube/MD Pictures)

Zacky hanya mengungkapkan bahwa setelah syuting dalam goa tersebut, ia seperti mengalami radang tenggorokan. Sebab, harus bernapas dengan banyak efek asap.

“Abis itu kayak radang tenggorokan, batuk-batuk udah nggak enak banget deh,” ujar Zacky.

Tak berhenti sampai di situ, Zacky mengungkapkan bahwa Lukisan Ratu Kidul membuatnya melakoni adegan bunuh diri. Ini adalah pengalaman pertama baginya melakukan adegan ekstrem tersebut, sehingga membuatnya sangat tertantang.

“Adegan menantang gua bunuh diri. Cuma prosesnya seperti apa lihat aja. Di situ tantanganya karena belum pernah dan nggak tahu (caranya). Challenge juga, pungkas Zacky.

Film Lukisan Ratu Kidul,

Bermain dalam film berjudul Lukisan Ratu Kidul, Teuku Zacky berperan sebagai Dimas, kakak dari Satria Soedibyo, yang diperankan oleh Wafda. Dikisahkan, ternyata ayah mereka meninggalkan sebuah rumah sebagai warisan. Padahal, keduanya tidak tahu perihal keberadaan rumah tersebut.

Dalam film ini Zacky juga akan beradu ekting dengan Ussy Sulistyowati, tidak mudah untuk Zacky bermain film walaupu ini  adalah film horor keduanya. Zacky mengaku setiap projek film yang dia perankan memiliki kesulitan  sendiri. Salah satunya dalam film lukisan ini, ada beberapa adegan yang mengharuskan dirinya masuk kedalam goa.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Aginta Kerina Barus