Mengapa Kita Mudah Marah saat Lapar?

Jakarta: Saat lapar, kita cenderung mudah marah. Beberapa penelitian mencari tahu alasan mengapa kita mudah stres dan suasana hati membuatku ketika lapar, atau biasa dikenal dengan hangry (hungry and angry).

Para peneliti dari University of Guelph di Kanada mengungkapkan penurunan mendadak glukosa ketika lapar memiliki dampak negatif pada suasana hati.

Tim penelitian ingin mengetahui apakah hipoglikemia jangka panjang kronik (gula darah rendah) adalah salah satu faktor risiko perilaku seperti depresi.

Perubahan tingkah glukosa terbungkus dapat memberikan efek cukup lama pada suasana hati. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychopharmacology tersebut melakukan percobaan pada hewan tikus.

Para peneliti melakukan tes darah pada tikus yang mengalami hipoglikemia dan menemukan kortikosteroid lebih banyak, indikator stres psikologis.

Hasilnya, hewan mengalami suasana hati stres dan depresi saat lapar. Studi tersebut jelas menunjukkan bahwa pola makan buruk secara langsung berhubungan dengan faktor metabolik seperti suasana hati buruk dan stres.

Menurut Kristen Lindquist dari University of North Carolina mengungkapkan bahwa hangry terjadi ketika seseorang merasakan ketidaknyamanan karena kelaparan tetapi menafsirkan perasaan itu sebagai emosi yang kuat tentang orang lain atau situasi yang dihadapi.

“Metabolisme dan tubuh kita membentuk pengalaman, persepsi, dan perilaku kita dari momen ke momen,  apakah kita lapar atau kenyang, lelah dibandingkan beristirahat atau sakit dibandingkan sehat,” ia mencontohkan.

(ELG)