Musik 90-an Diprediksi Masih akan Berjaya pada 2019

JawaPos.com – Tren musik 90-an seolah tak pernah basi untuk didengarkan. Meski telah belasan tahun berlalu, lagu-lagu era 90-an masih sering dinikmati bahkan dibuatkan konser tersendiri dan menjadi ajang tahunan.

Tentu saja hal itu menjadi angin segar bagi musisi yang lahir di era tersebut. Orderan manggung hingga tribute konser atau festival khusus seolah meredupkan tumbuh kembang band baru pun kreativitas baru yang lahir karena karya yang sudah ada tinggal diperbarui sedikit bentukannya.

“Jadi sebetulnya musisi-musisi Indonesia yang bergelut di dunia musik industri itu mereka mau melangkah lebih dari satu langkah aja nggak akan bisa karena mereka terkaukasi oleh pesanan-pesanan sponsor, agen-agen rekaman. Coba liat deh kemarin sempat ada yang berbau melayu booming. Udah gitu abis, lalu muncul apa lagi, sebentar saja masanya,” ungkap pelaku sekaligus pengamat musik yang juga mengajar di ISI Yogyakarta, Asep Hidayat saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (26/12).

Musik 90-an Diprediksi Masih akan Berjaya pada 201990-an kembali hit di tahun 2018. Diprediksi masih akan hit di tahun 2019. (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Sementara musik 90-an lebih panjang masa kadaluarsanya. Jangkauan penggemar yang lebih luas terus menelurkan penggemar-penggemar baru. Menurut Asep, tren itu akan terus berlangsung pada 2019 karena adanya romantisme kenangan.

“Mereka (penikmat musik) itu istilahnya tuh ada semacam euforia, ada semacam romantisme dan kenapa 90-an itu ramai, semacam reunian dalam istilah lain, lalu berputar terus. Nah, secara kreativitas sebetulnya di dalam musik kalau recycling itu menurut saya nggak bagus kecuali kalau teknologi, itu bermanfaat,” lanjutnya.

“Menurut saya tahun depan saya prediksi bakalan sama. Mereka akan mengangkat musik-musik lama. Dibikin ritme baru, jenis baru, tapi sebetulnya sama. Kenapa? Bukan musisi nggak kreatif. Dibilang iya nggak, dibilang nggak iya juga. Karena 2019-2020 akan begitu. Sementara di luar musik-musik udah sampai ke ranah edukasi, nasionalisme, apresiasi masyarakat. Kita tuh terpisah masih. Jadi menurut saya ke depan masih sama kecuali ada kesepakatan kesepamahaman untuk melawan arus itu mungkin akan sedikit berbeda ya. Tapi musisi jalan sendiri, label jalan sendiri,” pungkasnya.

Faktanya, sepanjang tahun 2018, beberapa band Indonesia kemudian melakukan comeback hingga reuni dan kerap menjadi musisi paling dinanti generasi 90-an hingga milenial. Berikut band-band yang kembali eksis.

1. Base Jam

Sudah sejak lama, band yang terkenal dengan lagu Bukan Pujangga ini berpikir untuk melakukan reuni. Sepertinya, hal itu akan terwujud dalam waktu dekat ini. Pasalnya, Sita, sang basis Base Jam menyatakan akhir tahun nanti mereka akan menggelar konser Perak sekaligus rilis single baru.

2. Dewa 19

Sudah cukup lama, Dewa 19 Reunion hadir di berbagai acara musik, seperti Soundrenaline 2015. Mereka disebut-sebut sebagai band dengan bayaran termahal. Penampilannya di Synchronize Festival lengkap dengan Ari Lasso dan Once Mekel pun mendapat respon yang positif dari para penggemarnya lintas generasi.

3. Kla Project

Sejak tahun 2000, KLA Project sudah vakum dari dunia musik. Sejak saat itu, para personelnya, Katon (vokal), Lilo (gitar) dan Adi (keyboard) berkarier sendiri. Di tahun 2008, KLA Project memutuskan untuk kembali bersama. Menandai usia 30 tahun berkarya, KLA pun menggelar konser kolosal, megah dan spektakuler bertajuk Karunia Semesta pada Desember 2018 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center.

4. PADI

Setelah PADI vakum pada 2011-2017 dan kembali ke industri musik pada 2017 dengan nama PADI Reborn. Mereka tampil dengan konser di kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Belum lama ini, aksi PADI Reborn di Synchronize Fest 2018 di Gambir Expo, JIExpo, Kemayoran, juga mengobati rindu para penggemarnya

Editor      : Novianti Setuningsih
Reporter : (yln/JPC)