RUU Permusikan Ditolak, Disarankan segera Cabut dari Baleg DPR RI

JawaPos.com – Perdebatan perihal Rencana Undang Undang (RUU) Permusikan ternyata masih belum usai. Padahal, draft RUU tersebut kabarnya sudah dicabut oleh Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah.

Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti mengatakan bahwa RUU Permusikan memang sudah dibatalkan oleh Anang Hermansyah. Namun, bukan berarti sudah selesai karena pencabutan tersebut hanya bersifat personal.

“Kalau dilihat dari prosedur penyusunan, RUU Permusikan ini dalam tahap perencanaan dan itu artinya memang belum mulai dibahas karena kalau pembahasan itu antara DPR dengan Presiden dan UU sudah jadi. Ini baru tahap perencanaan dan jauh dari final kalau misalnya dicabut dan sudah dicabut sama mas Anang tapi itu baru pencabutan personal,” kata Bivitri dalam diskusi mengenai RUU Permusikan, belum lama ini.

Oleh karenanya, Bivitri menyarankan untuk mencabut dulu RUU Permusikan dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) apabila memang ingin benar-benar dihentikan prosesnya. Kemudian, disusun ulang mulai dari naskah akademiknya jika ingin dilanjutkan.

“Menurut pendapat saya, ada baiknya dicabut dulu dari prioritas tahunan dan itu artinya dalam rapat penyusunan revisi tahunan di Baleg harus dicabut secara resmi. Kemudian, penyusunan RUU bisa di-stop dulu. Diitaap itu, teman-teman di industri musik bisa ngobrol bareng bisa satukan pendapat,” lanjut Bivitri.

Bivitri khawatir apabila belum dicabut dari Badan Legislasi (Baleg) DPR RI maka prosesnya akan terus dilanjutkan hingga sah menjadi Undang-Undang (UU).

“Selama itu belum dicabut dalam prioritas tahunan, jadi dianggap masih ada sehingga badan keahlian DPR memang dianggap masih ada. Sehingga, badan keahlian DPR berkewajiban (memproses) karena mereka harus mengikuti instruksi anggota,” tandas Bivitri.

Diketahui, Anang Hermansyah sepakat mencabut usulan RUU Permusikan. Namun, menurutnya, harus ada proses yang ditempuh di DPR hingga draft RUU tersebut benar-benar dibatalkan.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Aginta Kerina Barus