Sebelum Viral, Lagu Kemarin Milik Seventeen Memang Tentang Kematian

JawaPos.com – Lagu berjudul Kemarin milik grup band Seventeen mendadak viral setelah tsunami yang menerjang sepanjang pesisir Selat Sunda, pada Sabtu (22/12) malam lalu.

Padahal, lagu tersebut dirilis sejak 2 tahun lalu, tepatnya pada 21 Desember 2016. Kini, Kemarin mendadak viral akibat musibah yang dialami oleh grup band Seventeen. Tiga personel Seventeen meninggal saat tsunami menerjang Pantai Tanjung Lesung, lokasi mereka manggung.

Viralnya lagu tersebut pun dikomentari oleh saudara kembar vokalis Seventeen Ifan, Idan, sebagai satu-satunya anggota band yang selamat. Menurut Riedhan Fajarsyah, lagu tersebut memang bercerita tentang kematian.

SEVENTEEN – KEMARIN [Official Music Video] (YouTube/GP Records)

“Kalau saya denger ceritanya ini, waktu itu Bani (Bassist Seventeen) nanya, kok liriknya gini ya. Kang Herman (gitaris) sempat jawab, ‘iya memang ini lirik untuk kematian’. Itu tiga tahun yang lalu. Lagunya memang tentang kematian,” ungkap pria yang akrab disapa Idan ini saat ditemui di rumah duka Herman, Kamis (26/12).

Namun, viralnya lagu Kemarin menambah pilu suasana duka yang menimpa keluarga besar Seventeen. Sebab, liriknya dirasa pas, sehingga Idan bahkan tak berani mendengarkan lagunya.

“Lirik lagunya juga pas. Apalagi kemarin kondisinya banyak personel yang belum ketemu termasuk Dylan (istri Ifan) juga. Saya pas di lokasi juga didengerin lagunya, cuma saya nggak berani dengerin,” ungkapnya.

Bagi Idan, mendengarkan lagu Kemarin akan menambah kesedihan. Walaupun, akhirnya dia menyaksikan juga video klipnya di kanal YouTube.

“Pasti sedih lah, sedih banget sampai sekarang juga saya nggak pernah dengerin lagunya dan baru tadi (lihat video). Sedih banget,” tukasnya.

Editor      : Novianti Setuningsih
Reporter : (ce1/yln/JPC)