Sekjen: Keamanan maritim jadi salah satu fokus kerja sama IORA

Nusa Dua (ANTARA News) – Sekretaris Jenderal Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) Nomvuyo N. Nokwe mengatakan keamanan maritim menjadi salah satu fokus kerja sama yang harus dikembangkan antar anggota blok tersebut.

“Di wilayah ini ada banyak aktivitas perdagangan yang dilakukan. Jika kita tidak memiliki laut yang aman maka sulit melanjutkan perdagangan,” kata Nokwe usai membuka Panel Tingkat Tinggi IORA di Nusa Dua, Jumat.

Selain mendukung kelancaran perdagangan, peningkatan keamanan maritim juga diperlukan untuk mencegah pencurian ikan.

Negara-negara anggota IORA sedang berupaya menyusun program konkret dan kerja sama maritim untuk menunjang pertumbuhan inklusif, sesuai dokumen Jakarta Concord dan Rencana Aksi 2017-2021 yang disepakati dalam KTT IORA tahun lalu.

Program konkret seperti lokakarya akan menyasar lima sektor prioritas yaitu perdagangan dan investasi, keamanan maritim, konektivitas fisik, pengelolaan perikanan berkelanjutan, serta pariwisata.

Mengacu pada fakta bahwa sebagian besar negara anggota IORA adalah negara maritim, rekomendasi program dan kebijakan yang akan dihasilkan dalam panel tersebut akan berorientasi pada masyarakat pesisir, agar mereka dapat mengambil manfaat sosial dan ekonomi yang lebih besar dari potensi maritim.

Namun, menurut Nokwe, upaya ini bukannya tanpa hambatan.

“Kesulitan utama adalah kapasitas, karena kapasitas para anggota IORA belum seragam. Ada negara anggota yang sangat maju, ada juga yang masing berkembang,” kata dia.

Karena itu, program-program pembangunan kapasitas misalnya pemberdayaan perempuan, diharapkan bisa ditingkatkan.

Panel Tingkat Tinggi IORA bertema “Meningkatkan Kerja Sama Maritim untuk Pertumbuhan Inklusif di Samudera Hindia” diikuti 15 negara anggota dan lima negara mitra dialog, serta tiga organisasi kerja sama internasional. 

Baca juga: IORA diharapkan dorong pertumbuhan inklusif anggotanya

Pertemuan yang dilangsungkan selama dua hari bertujuan memelihara stabilitas dan perdamaian di kawasan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, melalui berbagai kerja sama antarnegara.

“IORA adalah forum pertama di kawasan Samudera Hindia dimana Indonesia menjadi salah satu anggotanya. Kerja sama dalam mekanisme IORA menjadi penting karena saat ini berbagai isu muncul terkait Indo-Pasifik,” kata Direktur Kerja Sama Intra Kawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Andre Omer Siregar.

Untuk menangani berbagai isu dan perbedaan pandangan terkait konsep Indo-Pasifik, Indonesia berinisiatif menyelenggarakan sebuah dialog maritime mengenai Indo-Pasifik tahun depan.

Sebagai anggota tiga organisasi internasional di kawasan ini yaitu IORA, ASEAN, dan APEC, Indonesia berkeinginan menjembatani kolaborasi diantara berbagai pihak yang memiliki pandangan masing-masing terkait konsep kerja sama Indo-Pasifik.

“Dalam konferensi tahun depan kami berharap bisa menghadirkan Presiden Joko Widodo untuk menjelaskan bagaimana IORA dan organisasi regional lainnya dapat bersatu dalam mengembangkan konsep ini,” tutur Andre.

Baca juga: Indonesia tawarkan konsep Indo-Pasifik inklusif

Baca juga: ASEAN diharapkan adopsi Indo-Pasifik pada 2019

Baca juga: Menlu sebut konsep Indo-Pasifik disepakati ASEAN

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018