Shania Percayakan Formula JKT48 yang Baru pada Beby

JawaPos.com – Minggu (28/4), menjadi hari terakhir bagi Shania Junianatha menyandang gelar member JKT48 di belakang namanya. Setelah hampir 8 tahun bersama grup idola itu, Shania bersiap untuk menggapai mimpi-mimpi barunya. Semangat itu sudah ditunjukkan saat graduation ceremony yang digelar pada Sabtu (27/4) malam di Balai Sarbini.

Upacara kelulusan gadis yang akrab disapa Shanju itu digelar sekitar pukul 20.30. Total ada 14 lagu yang menggambarkan perjalanan Shania di JKT48 dibawakan. Selama 1 jam pertunjukan, perempuan kelahiran Solo 27 Juni 1998 itu tampil energik di lagu yang temponya naik turun.

Shania yang dikenal sebagai member JKT48 dengan ekspresi terbaik tampak tak mau menyianyiakan malam itu. Semua lagu dibawakan tanpa semangat yang kendur. Hanya di lagu pertama, yakni Bunga Sakuraku (Boku no Sakura) yang dibawakan dengan penuh emosional dan air mata.

Di lagu yang berasal dari setlist Pajama Drive itu, Shania seperti belum menguasai dirinya. Tidak lama setelah mulai menyanyi, dia mulai menangis. Namun, bunyi piano yang dimainkan oleh koleganya dulu di JKT48, Jessica Vania terus mengalun.

Saat Shania belum siap untuk kembali menyanyi, fans yang memadati Balai Sarbini menggantikan peran itu. Dengan kompak mereka bernyanyi. Ketika Shania sudah menguasai diri, dia mulai ikut bernyanyi meski sambil terisak. Suasana yang mengharukan. Shania Junianatha menangis saat menyanyikan lagu Bunga Sakuraku (Boku no Sakura) di graduation ceremony, Sabtu (27/4). (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos)

Pertunjukan berlangsung dengan apik. Show tersebut ditutup dengan mengumumkan Beby Chaesara Anadila sebagai kapten JKT48 menggantikan dirinya. Lalu, Shania berjalan ke bagian atas panggung, dan meletakkan mic yang digunakan untuk bernanyi disebuah tempat dengan desain awan. Simbol bahwa Shania tak lagi bernyanyi bersama JKT48.

’’Aku sudah hampir 8 tahun bersama JKT48,’’ kata Shania mengawali sesi press conference usai graduation ceremony. Dia kembali menegaskan kalau lulusnya dari JKT48 karena ingin keluar zona nyaman. Sebab, dia sudah bergabung dengan JKT48 saat masih 13 tahun.

Shania yang merupakan member generasi pertama JKT48 itu membuka beberapa hal terkait kelulusannya. Salah satunya, keinginan untuk lulus dari JKT48 yang sudah muncul sejak dua tahun lalu. Saat usianya masih 18 tahun, Shania mengaku ingin menggapai mimpi barunya saat menginjak 20 tahun.

’’Setahun lalu ngomong ke manajemen, dan November 2018 ngumumin graduate. Sekarang graduation ceremony dan besok (Minggu hari ini) last show di teater,’’ terangnya. Shania Junianatha (kanan) saat menyanyikan lagu Papan Penanda Isi Hati di Balai Sarbini, Sabtu (27/4). (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos)

Selama hampir delapan tahun, Shania sudah mendapatkan banyak hal. Salah satunya, hubungan erat antar member JKT48, staff dan dengan penggemar. ’’Ini lebih dari keluarga karena 75 persen waktuku, aku habiskan di JKT48. Ini salah satu hal terbesar di hidupku,’’ akunya.

Itulah kenapa, menurut Shania, melepaskan JKT48 di belakang namanya bisa dikatakan tak mungkin. Shania justru tetap suka jika terus melekat. Cuma, karena JKT48 lekat dengan idola, sekarang dia sudah seperti perempuan lainnya. ’’Aku juga nggak akan merasa risih atau bete dengan nama JKT48,’’ imbuhnya.

Setelah ini, Shania mengatakan bakal fokus pada kuliahnya dulu. Sebab, gadis 20 tahun itu sedang berada di semester 6. Katanya, itu butuh konsentrasi lebih. Sebab, setelah ini dia harus magang dan dilanjutkan dengan skripsi. Kalau ada kesempatan berkarir memang tak ditolak, namun bukan itu fokusnya.

’’Pastinya melanjutkan pendidikan dulu. Mau fokus buat kuliah,’’ terangnya.

Tantangan Berat JKT48

Shania menambah panjang daftar member populer JKT48 yang telah lulus. Regenerasi memang tidak bisa dielakkan. Namun, kepergian member-member populer itu tak bisa dilepaskan dengan kondisi JKT48 saat ini. ’’Tantangannya lebih pada bagaimana membuat JKT48 baru,’’ kata Shania.

JKT48 bukan diam saja. Grup idola yang berisikan lebih dari 60 gadis energik itu sudah melakukan konsep baru, yakni Reboost. Hal itu harus dijaga betul. Apalagi, Cindy Yuvia, sebagai member terpopuler berdasar Pemilu ala JKT48 juga sudah mengumumkan kelulusannya.

’’Gebrakannya bakal seperti apa. Single original juga diharapkan bisa membantu karena bisa membawa ciri khas JKT48,’’ kata Shania.

Namun, dia percaya tantangan berat itu bisa diatasi. Shania yakin, Beby yang menggantikan dirinya sebagai kapten JKT48 bisa memberikan yang terbaik. Kata Shania, saat ini, sosok yang tepat memimpin JKT48 adalah Beby.

’’Semua bisa melihatnya (Beby). Dari aku, staff, fans, pasti tahu yang terbaik untuk jadi kapten JKT48 saat ini adalah Beby. Dia punya pengalaman dan tahu 48 grup juga,’’ tandas Shania.

Sementara, Beby memastikan untuk tak membuang kepercayaan itu. Dia tahu, generasi pertama atau member senior lain sudah banyak yang lulus. Oleh sebab itu, JKT48 harus bisa menggebrak melalui generasi baru. ’’Aku jadi kapten tepat sebelum single original keluar. Semoga itu juga bisa menjadi gebrakan,’’ katanya. Shania Junianatha usai graduation ceremony di Balai Sarbini, Sabtu (27/4). (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos)