Siap-siap, Song Joong Ki dan Jang Dong Gun Compang-Camping di Arthdal Chronicles

JawaPos.com – Dalam setiap dramanya, Song Joong Ki dan Jang Dong Gun dikenal selalu berpenampilan cool. Di Descendants of the Sun, Song Joong Ki gagah dengan seragam tentaranya, sedangkan Jang Dong Gun keren dengan tuxedo-nya di A Gentleman’s Dignity.

Namun dalam drama Arthdal Chronicles, keduanya akan berpenampilan dengan hanya ditutupi kulit binatang, kotor dan compang-camping, tanpa alas kaki, dan rambut yang seperti tak pernah keramas. Ya, ini adalah drama terbaru yang akan ditayangkan di tvN dengan biaya yang sangat tinggi, mencapai 40 miliar won.

Teaser drama tersebut sudah dikeluarkan oleh tvN pada Jumat (12/4) lalu. Dalam video teaser yang hanya berlangsung selama 15 detik itu, tampak Song Joong Ki dan Jang Dong Gun berkompetisi atau bekerja sama dalam sebuah perlombaan yang kejam untuk mengambil alih kendali kerajaan dongeng kuno, Arthdal.

Arthdal Chronicles tvN 아스달 연대기 첫 티저 최초 공개! 190601 EP.0 (tvN Drama)

Drama tersebut menggambarkan monarki pertama yang terjadi di Semenanjung Korea. Melansir The Korea Times, Song Joong Ki akan berperan sebagai Eun Seom, seorang anak terkutuk yang mengambil alih Arthdal. Jang Dong Gun berperan sebagai Ta Gon, seorang pahlawan perang yang ambisisum dan bersaing dengan Eun Seom.

Tidak hanya mereka berdua, aktris Kim Jiwon juga bermain dalam drama tersebut. Ia memerankan tokoh bernama Tan Ya, seorang perempuan yang tidak diberkati tetapi menjadi politisi perempuan pertama kerajaan.

Rencananya, drama tersebut akan tayang pada bulan Juni mendatang sebanyak 18 episode. Kendati ditunggu-tunggu, tetapi drama ini juga sempat menuai protes karena jam kerja atas syuting drama ini melebihi batas, yakni 68 jam per minggu.

Studio Dragon, yang memproduksi drama tersebut dilaporkan memaksa kru syuting untuk bekerja lebih dari 151 jam dalam 7 hari (27 Februari-5 Maret) di Brunei. Hal ini menjadi sebuah pelanggaran terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan Korea sehingga membuat beberapa krunya mengajukan keluhan kepada Kementerian Tenaga Kerja Korea karena mendapatkan kondisi kerja yang tidak adil.

Editor : Deti Mega Purnamasari