Syuting ‘Kucumbu Tubuh Indahku’, Lutut Randy Pangalila Cedera

JawaPos.com – Pendalaman karakter yang dilakukan aktor untuk menghadirkan sosok nyata dalam film memang lumrah dilakukan. Seperti yang dilakukan Randy Pangalila dalam film terbarunya ‘Kucumbu Tubuh Indahku’. Bahkan ia sempat terluka saat syuting.

Ketika ditemui di kawasan Sudirman, Randy mengungkapkan, dalam film terbarunya ia mendapatkan peran seorang petinju, yang mengharuskan dirinya beradegan laga. Dengan set tahun 70-an hingga 80-an, Randy diceritakan mendapatkan didikan keras sejak kecil dan tak pernah merasakan kasih sayang.

“Di film ini aku jadi petinju, yang pasti film ini menceritakan perjalanan hidup karakter manusia ya. Yang membuat kita saat ini sebenernya trauma-trauma yang pernah terjadi pada saat kita masih kecil,” Kata Randy saat dtemui dikawasan Sudirman Jakarta Pusat, Senin (15/4).

Menjalani peran barunya ini, Randy mengakui tak merasa kesulitan dalam syuting. Sebab, ia sendiri memang menyukai tinju. Termasuk tuntutan membentuk badan.

Meski ia memiliki hobi bertinju, namun tetap ada tantangan dalam mendalami karakter. Terlebih ia dituntut untuk adegan-adegn yang keras. Bahkan Randy sempat mengalami cidera pada lutut ketika harus berakting di atas ring kayu.

“Kesulitannya, kalau disini kan gue jadi petinju. Emang kalau dilihat disitu banyak adegan-adegan yang keras. Itu ringnya bener-bener kayu, dan kanvas yang kasar. Pas ada saat aku ada adegan membanting lawan. Beberapa kali take itu gue mengalami benturan di lutut gue sampe lutut kanan gue itu cedera lah kulitnya itu sobek,” sambung Randy.

Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku ‘digagas Garin Nugroho dan digarap oleh rumah produksi Fourcolours. Film ini diangkat dari kisah hidup Rianto yang merupakan seorang penari dan koreografer. Dulunya ia merupakan mantan penari Lengger dan sekarang menjadi penari kaliber internasional yang menetap di Tokyo. Rianto pun ikut berperan dalam film tersebut sebagai Juno dewasa.

Film tersebut akan tayang di bioskop Indonesia pada 18 April 2019 mendatang.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Aginta Kerina Barus