Tak Singgung Agama Tertentu, Ave Maryam Kisahkan Cinta dan Kesetiaan

JawaPos.com – Mengangkat pergulatan batin seorang suster yang dihadapkan pada pilihan kesetiaannya pada kaulnya atau kebahagiaan batinnya, sutradara Ertanto Robby Soediskam tak berniat membuat sebuah kontroversi.

Melalui Ave Maryam, Robby hanya ingin membicarakan perihal cinta yang buatnya adalah bahasa universal. Serta, kejujuran dan kesetiaan yang dikemas secara sederhana melalui kehidupan Maryam dalam sebuah biara di Semarang, Jawa Tengah.

“Ceritanya sangat sederhana, berjalan dengan point of view Maryam. Situasi yang dia temui dalam kehidupannya. Bicara tentang kejujuran, kesetiaan dengan sederhana. Saya nggak mau karakter ini jadi muluk-muluk,” kata Robby saat jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

Buatnya, Ave Maryam juga bukan membicarakan perihal agama tertentu sehingga layik diperdebatkan. Sebaliknya, Robby ingin menonjolkan keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia.

“Buat saya, agama itu personal. Kita membuat ini dengan niat yang tulus dan harapan sinema di Indonesia semakin beragam,” ujar Robby.

Selain itu, melalui Ave Maryam, ia juga ingin menjawab pertanyaan banyak orang tentang kehidupan di biara. Sekaligus, menjawab rasa penasaran bagaimana suster atau pastur bisa setia dengan kaulnya.

Oleh karena itu, Robby berharap Ave Maryam bisa diterima dengan lapang dada oleh pencinta film tanah air. Serta, mampu memperkaya khasanah film Indonesia.

Ave Maryam menceritakan pergulatan batin suster Maryam (Maudy Koesnaedi) setelah kehadiran Romo Yosef (Chicco Jerikho).

Maryam yang ternyata berpikiran terbuka seakan menemukan hidup dan gairah yang diimpikan dengan hadirnya Romo Yosef. Keduanya pun menjalin hubungan terlarang.

Namun, keduanya dihadapkan pada janji setia yang telah diucapkan. Penuh dengan pesan yang menyentil, kisah Maryam mulai tayang 11 April 2019, di bioskop seluruh tanah air.

Editor : Novianti Setuningsih