Teuku Zacky Ungkap Pembuatan Lukisan Nyi Roro Kidul Perlu Ritual

JawaPos.com – Aktor Teuku Zacky akhirnya mengetahui bahwa proses kreatif tidak mudah dan terkadang mengandung unsur misteri. Sebab, ia mengalaminya saat terlibat dalam pembuatan film horor Lukisan Ratu Kidul.

Saat bertandang ke kantor Jawa Pos, Jakarta, belum lama ini, Zacky mengungkapkan bahwa melukis Nyi Roro Kidul untuk properti dalam film Lukisan Ratu Kidul tak mudah. Sebab, harus berganti-ganti pelukis lantaran beberapa di antara mereka sakit.

“Jadi kan memang mitos dan juga banyak yang bilang kalau ngelukis sosok Nyi Roro Kidul nggak bisa sembarangan. It’s happened (itu terjadi) dengan pelukisnya kita juga,” kata Zacky pada JawaPos.com.

Lukisan Ratu Kidul – Official Trailer (YouTube/MD Pictures)

Zacky menceritakan bahwa khusus proses syuting dirinya lama karena lukisan Nyi Roro Kidul belum jadi. Padahal, adegannya banyak berhubungan dengan lukisan tersebut. Setelah ditanya pada kru film, ternyata pelukisnya sakit dan sempat berulang kali ganti pelukis.

“Ternyata, karena yang ngelukis sakit-sakitan terus. Dan itu udah ganti berkali-kali pelukis. Jadi, pelukis yang pertama belum selesai, tumbang sakit. Sampai akhirnya bisa dengan sebuah ritual atau apa saya nggak ngerti. Tapi, jadi juga lukisannya,” ungkap Zacky.

Beruntung, sebagai pemain, Zacky tak alami sakit atau peristiwa menyeramkan selama proses syuting. Ia hanya akhirnya menyadari bahwa memang terkadang perlu ritual khusus dalam pembuatan lukisan tertentu.

Lukisan Ratu Kidul mengisahkan keluarga Soedibyo. Sebagai anak, Dimas (Teuku Zacky) dan Satria (Wafda Saifan) ternyata mendapat warisan sebuah rumah. Padahal, sebelumnya mereka tidak mengetahui bahwa sang ayah memiliki rumah tersebut.

Kengerian dimulai ketika anak Dimas, Sandra menemukan lukisan Nyi Roro Kidul buatan kakeknya di rumah tersebut. Ternyata, lukisan itu adalah sumber malapetaka bagi keluarga Soedibyo. Misteri apa di balik lukisan itu? Film besutan Ginanti Rona ini mulai tayang 4 April di bioskop seluruh tanah air.

Editor           : Novianti Setuningsih