Warga korban insiden Nduga diberikan pemulihan trauma

Jayapura (ANTARA News) – Sebanyak 20 orang warga, termasuk karyawan PT Istaka Karya, yang selamat dari pembantaian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, diberikan pemulihan trauma.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Kamis, mengungkapkan trauma healing atau pemulihan trauma sangat diperlukan oleh para korban bencana atau kekerasan, guna menghilangkan rasa stres atau trauma.

“Ada sekitar 20-an orang termasuk karyawan PT Istaka yang selamat yang diberikan trauma healing,” katanya lewat sambungan telepon.

Kamal yang mengaku baru dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya mengatakan 20-an warga sipil dan karyawan PT Istaka Karya itu dipandu oleh empat orang psikologi yang telah disiapkan sebelumnya.

Trauma healing atau pemulihan trauma itu dilaksanakan di Mapolres Mimika oleh empat psikolog, dengan harapan para korban ini bisa segera pulih dari rasa stres,” katanya.

Menyinggung soal tindakan kekerasan yang dialami oleh para pekerja jalan dan jembatan dari PT Istaka Karya dan warga sekitar, Kamal mengungkapkan bahwa sebenarnya KKB pimpinan Egianus Kogoya diketahui sudah sering melewati kamp dan lokasi pekerjaan.

“Berdasarkan keterangan dari para saksi korban, sebenarnya Egianus Kogoya ini terlihat sering lewat, sering bertemu dengan para pekerja sebagai warga biasa,” katanya.

Namun, sebagaimana yang dikabarkan pada 1 Desember 2018 KKSB Egianus Kogoya diketahui sedang acara bakar batu dari pukul 09.00 WIT hingga pukul 15.00 WIT.

Setelah itu, secara berama-ramai mendatangi kamp pertama, lalu melakukan pengrusakan dan penodongan.

“Saat itu para pekerja disuruh berbaris menuju ke kamp yang satunya lagi ke arah Kali Auruk. Lalu dari situ, atau pada Minggu (2/12) paginya para pekerja dalam keadan tangan diikat disuruh berjalan kearah tepian lereng bukit atau gunung Tabo,” katanya.

Kemudian, lanjut Kamal, para pekerja yang berjumlah 25 orang itu dijejerkan dalam posisi tidur dan ditembaki oleh KKB pimpian Egianus Kogoya.

“Para pekerja ditembak membabi buta oleh KKSB. Mereka menembak sambil sorak-sorak, sehingga ada pekerja yang tidak kena. Tapi ada juga yang kena tembak di tangan, kepala atau bagian tubuh lainnya,” katanya.

Sambil bersorak-sorak, ungkap Kamal, KKB pimpinan Egianus Kogoya tidak memperhatikan jika ada yang selamat dan langsung berdiri untuk melarikan diri.

“Para pekerja sekitar 11 orang yang tidak kena tembak atau pura-pura mati sepakat untuk lari, tapi dikejar. Disini ada yang kena tembak atau dibacok, sementara yang selamat terus lari hingga ke arah Pos TNI di Mbua,” katanya.

Ternyata, para pekerja yang lari ke Pos TNI di Mbua juga ikut dikejar dan terjadi baku tembak dari Senin (3/12) pagi hingga Selasa (4/12) pagi.

“Di situ para pekerja dan TNI ditembaki lagi, dan akhirnya pada Selasa mereka tinggalkan pos dan berlari ke arah Wamena sehingga ditemukan oleh personil gabungan TNI dan Polri dan langsung dievakuasi ke Wamena,” katanya.

Baca juga: KKB ganggu proses evakuasi jenazah

Baca juga: Pembangunan Jembatan Yigi segera dilanjutkan

Baca juga: Delapan jenazah korban penembakan di Nduga tiba di Timika

Baca juga: Korban selamat penyerangan KKB tiba di Timika

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018